BagusNews.Co – Walikota Serang Syafrudin menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Kantor Bahasa Provinsi Banten.
Penghargaan untuk orang nomor satu di Kota Serang tersebut, diberikan kepada Syafrudin karena aktif dalam melestarikan Bahasa Jawa Serang (Jaseng), yang merupakan bahasa daerah.
Penyerahan penghargaan itu diberikan oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Asep juanda, pada acara apel pagi di Lapangan Upacara Puspemkot Serang, Senin, 18 September 2023.
Usai menerima penghargaan, Walikota Serang Syafrudin mengaku terharu dan sangat mengapresiasi Kemendikbudristek dan Kantor Bahasa Provinsi Banten.
“Alhamdulillah ini penghargaan kepada walikota yang turut aktif melestarikan bahasa daerah di Kota Serang. Tentunya ini harus kita jaga dan terus dilestarikan,” kata Syafrudin, kepada wartawan.
Ia melanjutkan, selama memimpin Kota Serang sejak 2018, penggunaan bahasa daerah tidak hanya dilakukan oleh pejabat di Pemkot Serang tapi oleh semua ASN.
Syafrudin menjelaskan, penghargaan yang diberikan Kemendikbudristek kepada Pemkot Serang, merupakan suatu penilaian terkiat pengguna bahasa derah yang aktif, terutama penggunaan bahasa di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Serang.
“Saya kira Pemkot Serang memang selalu menerapkan bahasa Jawa Serang di masing-masing OPD, serta masyarakat dan saya juga sering menghadiri masyarakat itu separuh bahasa Jawa, separuh bahasa Indonesia,” ujarnya.
Atas penghargaan yang diterimanya, Syafrudin juga menekankan kepada seluruh pegawai di Lingkungan Pemkot Serang, untuk menggunakan bahasa daerah minimalnya selama satu hari dalam sepekan.
“Jadi nanti akan dibuat surat keputusan Walikota. Insya Allah dalam satu minggu sekali, penerapan bahasa daerah kota Serang akan di terapkan,” pungkas Syafrudin.
Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Asep juanda mengatakan, penghargaan itu diberikan kepada Pemkot Serang, lantaran Kota Serang termasuk pengguna aktif dua bahasa, pertama Indonesia, kedua bahasa daerah yaitu Jawa Serang. Terlebih program Walikota Serang terkenal dengan slogan Aje Kendor.
“Walikota Serang ini sering menggunakan bahasa daerah untuk mendekatkan penyampaian-penyampaian program kepada masyarakat luas. Dan tentu sebagian masyarakat luas itu ada yang lebih paham dan ada yang lebih mengena dengan bahasa daerah itu,” katanya.
Ia berharap, setelah diberikanya penghargaan kepada Pemkot Serang di harapkan bahasa daerah Kota Serang, dapat terevitalisasi dengan baik.
“Misalnya dari anak-anak, para remaja, maupun ASN yang bekerja di lingkungan Pemkot Serang,” tutup Asep. (Red/Misbah)







