Home / Daerah

Rabu, 21 Februari 2024 - 14:23 WIB

Projo Banten Bantu Lulusan SMK Magang dan Kerja di Jepang

BagusNews.Co – Relawan Pro Jokowi (Projo) yang kini menjadi Ormas telah meluncurkan program magang dan kerja di Jepang, terutama untuk lulusan SMK di Banten.

Prorgam hasil kerja sama Projo dengan ISO Jepang ini, bertujuan menekan angka pangangguran Banten yang tercatat paling tinggi di Indonesia.

Hal itu terungkap saat Projo Banten dan ISO Jepang melakukan sosialisasi program magang dan kerja di Jepang di salah satu rumah makan di Kota Serang, Selasa, 20 Februari 2024.

“Kami memiliki kuota 25 ribu hingga 35 ribu orang untuk kesempatan magang dan kerja di Jepang, pada tahun 2024,” kata CEO ISO Jepang Yadi Suryadi dalam rilis Projo Banten yang diterima BagusNews.Co, Rabu, 21 Februari 2024.

Hadir dalam sosialisasi tersebut, Ketua Projo Banten Zulhamedi Syamsi, Wakil Ketua Projo Banten Ucu Nur Arif Jauhar, Kepala SMKN 3 Kota Serang, SMKN Cinangka, SMKN 8 Pandeglang, SMKN 4 Cilegon, SMKN 1 Kota Serang dan SMKN 15 Pandeglang.

Baca Juga :  Ribuan Siswa SMA/SMK Negeri di Banten Raih Tiket Kuliah Lewat SNBP 2026

Yadi Suryadi melanjutkan, Jepang merupakan negara yang membutuhkan pekerja dari luar negaranya. Alasannya, negara ini mengalami pelambatan pertumbuhan penduduk akibat generasi mudanya tidak memiliki anak.

Setiap tahunnya, dibutuhkan 300 ribu hingga 350 ribu pekerja untuk mengisi berbagai lapangan pekerja formal di negara yang terkenal sangat disiplin tersebut.

“Semua industri sudah dijalankan secara mekanis, dijalankan robot dengan teknologi kecerdasan buatan. Namun pekerjaan yang ditangani manusia tetap ada, tidak bisa diselesaikan oleh mesin. Itu peluang yang ada,” beber Yadi.

Masih dikatakan Yadi, para lulusan SMA/SMK di Banten tidak perlu khawatir tentang keahlian, karena bisa dipelajari sambil berkerja.

“Yang penting adalah penguasaan bahasa Jepang dan kemauan untuk belajar dan menyesuaikan diri. Kami memiliki program magang dan kerja. Kedua program itu berjalan paralel dan minimalisir kegagalan, kecuali orang itu mengundurkan diri dan malas,” urainya.

Baca Juga :  Puncak Arus Balik Lebaran 2025, Pelabuhan Bakauheni dan Merak Dikepung Pemudik

Yadi juga menepis keraguan soal pembiayaan untuk magang dan kerja di Jepang. Soal pembiayaan ini menakutkan para orangtua yang kurang mampu ketika anaknya berkeinginan ikut program magang dan kerja di Jepang.

“Kami memiliki skema dana talangan atau pembiayaan dari bank untuk mengcover hal tersebut, sehingga lulusan-lulusan yang punya talenta tapi kondisi ekonominya kurang menguntungkan tetap bisa mengikuti program ini,” katanya.

Ditambahjab Yadi, ISO Jepang baru kali ini bergerak secara serius di Provinsi Banten. Selama ini perusahaan yang memiliki kantor di Jepang ini telah merekut banyak talenta di Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagainya. (Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Ruang Terbuka Hijau Harus Menjadi Prioritas Kota Serang

Daerah

Warga Lebak Geram Proses Hukum Galian C Ilegal Tak Kunjung Selesai

Daerah

Jelang Masa Akhir Jabatan, Walikota Serang Lantik 24 Kepala Sekolah dan 5 Auditor

Daerah

Proyek PIK 2, Warga Kecamatan Mauk Keluhkan Pembebasan Lahan dan Pengurukan Tanah

Daerah

Tiga Ribu Pegawai Honorer Kota Serang Gelar Apel Akbar, Syafrudin: Jangan Anarkis Demo di DPR

Daerah

Dikunjungi Wabup Tangerang, RS Insan Nusantara Rajeg Percepat Layanan Pasien BPJS

Daerah

Nyaleg Dari PPP, Camat di Kota Serang Rela Pensiun Dini

Daerah

Pastikan Data Pemilih, Bawaslu Banten Arahkan Panwascam dan PKD Lakukan Pengawasan Coklit