BagusNews.Co – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin mengungkapkan, Pemerintah Kota Serang saat ini masih bergantung pada dana transfer pemerintah Pusat, maupun pemerintah Provinsi Banten dalam melaksanakan pemerataan pembangunan di Kota Serang.
Hal itu terungkap Nanang saat menghadiri kegiatan Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah Kota Serang tahun 2025, di Hotel Wisata Baru, Kota Serang, Senin, 26 Februari 2024.
Nanang mengatakan, kemandirian pendapatan daerah Pemkot Serang baru dapat memberikan kontribusi sebesar Rp300 miliar atau 20 persen dari APBD Kota Serang.
“Nah itu yang betul-betul di hasilkan oleh Pemkot Serang, sedangkan selebihnya masih bergantung pada transfer,” katanya.
Atas dasar itu, Nanang berharap semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa melakukan berbagai inovasi terhadap upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang.
“Jadi cara-cara konvensional lama itu harus di tinggalkan. Karena satu keniscayaan perubahan itu harus dilakukan dan persiapankan oleh seluruh OPD,” imbuhnya.
Dikatakannya, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maka diperlukan digitalisasi dan perubahan regulasi yang cepat, sehingga itu dapat mempermudah investasi masuk ke Kota Serang.
Nanang mengaku, saat ini jumlah investasi yang masuk ke Kota Serang sudah kian menjamur dari tahun 2023-2024.
“Misalnya hotel Aston sudah mulai berdiri, cafe resto banyak, dan rumah sakit. Oleh karena itu, kita harus permudah izin nya, kemudian perhatikan fasilitas nya. Karena itu menghasilkan pendapatan untuk Pemkot Serang,” ucap Nanang.
Terakhir Nanang berharap di tahun 2025, PAD Kota Serang bisa naik signifikan. Agar pemerataan pembangunan di Kota Serang bisa terlaksana.
“Karena belanja itu bermula dari pendapatan, untuk membangun maka kita bermuara di pendapatan uang yang kita miliki mampu atau tidak,” pungkasnya.(Red/Misbah)







