BagusNews.Co – Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat mengatakan, kenaikan harga bawang merah tidak hanya terjadi di Kota Serang saja, melainkan di semua daerah se-Indonesia.
“Memang kenaikan harga bawang merah tidak hanya terjadi di Kota Serang saja, melainkan semua daerah lain juga harganya tinggi,” katanya Pj Walikota Serang Yedi Rahmat, usai melakukan pengecekan harga di Pasar Lama Kota Serang, Senin, 22 April 2024.
Yedi mengatakan, kenaikan harga bawang merah paca Lebaran 2024 mencapai 7,5 persen.
“Jadi setelah melaksanakan zoom meeting bersama Kemendagri tadi pagi, mengenai kenaikan harga bawang kami langsung turun pasar untuk mengecek harga. Karena memang betul apa yang disampaikan oleh Kemendagri itu bahwa harga bawang saat ini naik signifikan,” ujarnya.
Sedangkan untuk harga bawang merah di Pasar Lama saat ini Rp70.000 perkilogram nya.
Menurut Yedi, kenaikan harga di Pasar Lama hanya dua jenis kebutuhan pertama harga bawang merah Rp70.000 perkilogramnya, dan harga Tomat Rp30.000. Namun berbeda dengan harga cabai yang sudah relatif murah.
“Nah, kalau cabe gak terlalu tinggi hanya Rp40.000 perkilogram nya. Dan sayuran juga relatif murah dibandingkan dengan sebelumnya,” ujarnya.
Yedi menjelaskan, arahan yang di sampaikan oleh Kemendagri melalui Zoom Meeting itu agar setiap pemerintah derah Kabupaten dan Kota di wajibkan untuk melakukan monitoring terhadap kenaikan harga bahan-bahan pokok.
“Jadi semuanya Pemda harus bergerak cepat, Alhamdulillah Pemkot Serang
sudah sesuai arahan Kemendagri, dengan cara melakukan pemantaun di pasar,” jelasnya.
Sementara itu terkait solusi, kata Yedi, Pemkot Serang masih mengandalkan hasil pertanian bawang merah yang berada di Kecamatan Kasemen.
“Insya Allah dalam dua pekan nanti mudah-mudahan panen bawang kita bisa dilangsungkan untuk menekan harga bawang di pasaran. Artinya kalau panen kita akan langsung distribusikan ke para pedagang maupun masyarakat,” ungkapnya.(Red/Misbah)







