Home / Daerah

Jumat, 7 Februari 2025 - 13:39 WIB

Jelang Pelantikan Budi-Agis, Pemkot Serang Kewalahan Atasi Persoalan Sampah

BagusNews.Co – Sampah masih menjadi momok mengerikan bagi Kota Serang, pasalnya hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat Kota Serang dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang).

Hal itu diungkapkan Asisten Daerah (Asda) III Bidang Administrasi Umum dan Kepegawaian Kusna Ramdhani pada saat menghadiri Musrembang Kecamatan Serang.

Ia mengatakan, dari enam kecamatan yang menyelenggarakan Musrembang, persoalan sampah pasti masuk dalam pembahasan dan usulan pembangunan Kota Serang.

“Kalau sampah seluruh kecamatan ada lah. Itu pasti ada. Seluruh kecamatan pasti ada lah di enam itu ada sampah dan struktur, ungkap Kusna, Jum’at, 7 Februari 2025.

Ia menjelaskan, jika seharusnya dalam mengantisipasi persoalan yang ditimbulkan akibat sampah bisa diantisipasi mulai dari diri kita sendiri dengan membiasakan memilah dan memilih sampah yang akan dibuang.

Baca Juga :  Walikota Serang Instruksikan OPD Terapkan Digitalisasi Pendapatan untuk Tingkatkan PAD

“Sebenarnya sampah itu kan berawal dari diri kita sendiri sih. Sampah itu kalau memang dari awalnya kita tidak memilah-memilih dan meminimalkan sampah itu tidak akan ada,” kata Kusna.

Selanjutnya, Kusna berharap jika masyarakat juga mulai tertib dengan membuang sampah pada tempat yang seharusnya, sehingga tidak menimbulkan penyumbatan pada drainase dan banjir yang diakibatkan oleh sampah.

“Ya, jadi saya sekarang kembali lagi ke ke masyarakat, tolonglah buang sampah dengan tertib di tempatnya, tidak di tempat yang bukan sewajarnya. Akhirnya kan mampet, mampet saluran mampet dan airnya banjir,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Serang Farach Richi menjelaskan, bahwa Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong yang dimiliki Kota Serang masih lebih baik dibandingkan TPSA yang ada di provinsi Banten.

Baca Juga :  Pemkot Serang Belum Anggarkan Program Makan Bergizi Gratis

“Yang paling mending itu TPS Cilowong Tapi kan metode pendamping kita sebagian, kita ada yang namanya kontrol Envil,” kata Farach

Selain itu, Farach mengaku bahwa dalam mengelola sampah pihaknya sudah menggunakan alat modern, namun hanya 30 ton perhari.

“Terus kita juga ada pengelolaan dengan mesin juga, memang saat ini baru 30 ton per hari dari kapasitas 100 ton per hari. Karena kalau 100 ton itu kan harus 24 jam. Kita kan tenaga tidak punya,” tutupnya. (Red/Lathif)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dihadapan Alumni GMNI, Wakil Walikota Serang Terpilih Paparkan 5 Program Unggulan Budi-Agis

Daerah

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, PT IRT Ajak Pelajar Kelola Sampah

Daerah

HKTI dan Pemuda Tani Indonesia Terima Delegasi Australia, Bahas Kerja Sama Pelatihan Petani Muda

Daerah

Sidang PHPU Kabupaten Serang, Saksi Ahli Terkait Patahkan Tuduhan Pelanggaran TSM

Daerah

Dindikbud Kota Serang Minta Orang Tua Lapor Ombudsman RI Jika Alami Keberatan PPDB

Daerah

Sambut Tahun Baru Islam, Gardu Ganjar Bersama Warga Gelar Gema Dzikir di Tangerang

Daerah

Warga Kota Serang 6 Tahun Lumpuh Belum Dapat Bantuan Pemerintah

Daerah

Sekda Pandeglang Lantik 180 Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional