Home / Daerah

Kamis, 9 Januari 2025 - 18:01 WIB

Banjir Landa Tiga Kecamatan di Kabupaten Serang

Akses jalan terputus akibat banjir yang melanda Kompleks Bumi Ciruas Permai (BCP) 2, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas I Dok. Istimewa

Akses jalan terputus akibat banjir yang melanda Kompleks Bumi Ciruas Permai (BCP) 2, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas I Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Kabupaten Serang dilanda banjir yang cukup parah, dengan tiga kecamatan terendam air akibat curah hujan yang tinggi sejak Rabu malam.

Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, banjir melanda Kecamatan Kramatwatu, Pontang, dan Ciruas pada Kamis, 9 Januari 2025.

Aliran sungai dan drainase yang kurang baik juga turut berkontribusi terhadap meluapnya air di wilayah tersebut.

Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Jhoni Efendi, mengonfirmasi bahwa Kecamatan Kramatwatu menjadi daerah yang paling parah terkena dampak.

“Itu kecamatan yang terendam, tapi yang parah Kramatwatu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hasil Penilaian Ombudsman Perwakilan Banten, Kota Serang Masuk Zona Hijau Dalam Pelayanan Publik

Ketinggian banjir di Kecamatan Kramatwatu mencapai 30 hingga 100 sentimeter, yang setara dengan betis hingga leher orang dewasa.

Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad mengatakan, mereka telah menurunkan tim untuk melakukan evakuasi setelah menerima laporan dari warga.

“Setelah mendapat laporan dari warga setempat kami turunkan 1 tim untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak dengan jumlah 10 orang dan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Sejumlah warga berhasil dievakuasi oleh Tim SAR pada pukul 10.15 WIB dan dibawa ke tempat yang lebih aman.

Al Amrad juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan dan untuk segera menghubungi 115 Emergency Call Center Basarnas jika membutuhkan bantuan.

Baca Juga :  Hadapi Potensi Banjir, Pemkab Serang Bersihkan Sungai Cikubang

Asep, warga Kompleks Bumi Ciruas Permai (BCP) 2, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, menuturkan bahwa banjir di lingkungannya mencapai sepinggang orang dewasa.

Kondisi tersebut, lanjut Asep, mengakibatkan akses keluar masuk ke blok tempat tinggalnya terputus.

“Di Blok E, Blok G, dan Blok J itu sepinggang ya. Jadi, akses keluar masuk itu ke Blok K, tempat tinggal saya, tidak bisa dilalui. Terisolasi,” ungkap Asep. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Upacara HUT Ke-22 Provinsi Banten, Pj Gubernur Al Muktabar : Membangun Banten Adalah Membangun Indonesia

Daerah

Kompetisi Surfing Digelar di Kabupaten Serang, 30 Peselancar Bersaing Ketat

Daerah

Irfan Ali Hakim Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Cilegon 2025–2029

Daerah

Al Muktabar Lepas Satgas Operasi PAM Pulau Terluar

Daerah

Wakil Walikota Serang Ajak Warga Pilah Sampah, Potensi Sumber Ekonomi Baru

Daerah

‎Hadiri Welcome Dinner HPN 2026 di Puspemkot Serang, Ketum PWI Pusat Tegaskan Jaga Marwah Wartawan

Daerah

Pemprov Banten Gelontorkan Insentif bagi Belasan Ribu Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SMA, SMK, dan SKh Swasta

Daerah

Dampak Banjir dan Longsor Meluas, BPBD Kabupaten Serang Optimalkan Logistik Darurat