BagusNews.Co – Hujan deras yang melanda Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, sejak Kamis malam, 6 Maret 2025, menyebabkan banjir yang merendam sejumlah desa.
Kejadian tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menyebabkan longsor di tebing yang terletak di depan Kantor Koramil Padarincang, Desa Batu Kuwung, yang menghalangi akses jalan.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Ade Ivan Munasyah mengonfirmasi bahwa laporan mengenai banjir diterima pada Kamis malam sekitar pukul 22.47 WIB.
“Sampai sekarang (Jumat, 7 Maret 2025) masih dilakukan penanganan, apalagi ada longsor tuh di depan Koramil. Longsor-nya cukup tebal,” ujarnya saat dihubungi wartawan melalui telepon pada Jumat, 7 Maret 2025.
Dalam upaya penanggulangan, ia menyatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan berbagai instansi, di antaranya Basarnas, BPBD Provinsi Banten, TNI, dan Polri.
“Kita juga lagi coba koordinasi dengan Dinas PU Provinsi Banten yang punya alat berat, untuk menanggulangi dampak longsor yang ada. Supaya jalannya bisa dilewati kembali,” tambahnya.
Meskipun informasi awal menunjukkan bahwa kedalaman air mencapai 50-60 sentimeter, Ade menjelaskan bahwa data mengenai jumlah rumah yang terdampak dan titik-titik banjir belum bisa dipastikan.
“Itu nanti ada di laporan akhir, karena kan sekarang masih terkendala cuaca dan kondisinya juga gelap. Jadi asesmen belum maksimal,” katanya.
Saat ditanya mengenai desa-desa yang terkena dampak banjir, Ade mengindikasikan bahwa hampir seluruh wilayah Kecamatan Padarincang terpengaruh.
“Hampir semua wilayah di Padarincang terdampak, karena kan di wilayah Padarincang itu ada sungai Cidurian,” ungkapnya.
Ade juga menyoroti bahwa Kecamatan Padarincang termasuk dalam kategori wilayah langganan banjir di Kabupaten Serang.
“Padarincang mah masuk ke kategori langganan, artinya sudah biasa terjadi,” pungkasnya.
Banjir ini mengingatkan kita akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat serta pemerintah dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Upaya penanggulangan yang cepat dan efektif sangat diperlukan untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan, serta memastikan keselamatan warga. (Red/Dwi)







