Home / Daerah

Selasa, 8 April 2025 - 16:37 WIB

Warga Keluhkan Pelayanan Disdukcapil , Ini Kata Pemkab Pandeglang

Protes warga terhadap lambannya pelayanan Disdukcapil Kabupaten Pandeglang pada Selasa 8 April 2025 | Dok. Guntur-BNC

Protes warga terhadap lambannya pelayanan Disdukcapil Kabupaten Pandeglang pada Selasa 8 April 2025 | Dok. Guntur-BNC

BagusNews.Co – Hari pertama masuk kantor setelah libur Lebaran 2025 menjadi tantangan besar bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pandeglang.

Berdasarkan pantauan BagusNews.Co, sejumlah masyarakat yang ingin mengurus administrasi kependudukan memadati kantor Disdukcapil, mengakibatkan antrean panjang dan beberapa di antaranya bahkan tidak mendapatkan nomor antrean untuk dilayani.

Plt Kepala Disdukcapil Kabupaten Pandeglang Yahya Gunawan mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan warga yang akan datang. Namun, ia mengakui bahwa pelayanan pada hari itu belum mencapai tingkat maksimal.

“Kami sudah antisipasi lonjakan ini, hanya saja perlu diakui ini belum maksimal, tapi pelayanan tetap kami layani,” ungkap Yahya saat ditemui oleh BagusNews.Co di kantor Disdukcapil pada Selasa, 8 April 2025.

Baca Juga :  Dorong Pemberdayaan Teman-TemanDisabilitas, Pemprov Banten Gulirkan Program Pelatihan dan Bantuan

Yahya menjelaskan bahwa kendala dalam memberikan pelayanan optimal tidak hanya disebabkan oleh tingginya jumlah warga yang datang, tetapi juga keterbatasan blangko pembuatan dokumen.

“Kita sebetulnya ingin tidak membatasi, tapi ada keterbatasan blangko. Blangko tidak bisa kita cetak, blangko kita ajukan ke pusat sehingga kita harus atur sedemikian rupa supaya blangko ini tidak cepat habis, mana yang lebih prioritas, makanya kita atur sehari 100 pendaftaran,” tuturnya.

Baca Juga :  ‎Gubernur Banten Diminta Temui Massa Aksi, Sekda Janji Penuhi Tuntutan Warga Bojonegara-Pulo Ampel

Terkait dengan keluhan warga yang tidak dapat melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP), Yahya menjelaskan bahwa proses perekaman tetap bisa dilakukan dengan menggunakan dua alat perekam yang tersedia.

“Perekaman bisa, perekaman sudah bisa, di sini sudah ada dua alat perekam,” katanya.

Meskipun ada fasilitas tersebut, kendala lain juga muncul akibat perubahan kebijakan dari pemerintah pusat yang memengaruhi penyediaan layanan.

“Tadinya semua kecamatan bisa, tapi ada kebijakan pemerintah pusat, jaringan komunikasi datanya diputus karena ada efisiensi di tingkat pusat,” punkas Yahya. (Red/Guntur)

Share :

Baca Juga

Daerah

Tatu Targetkan 2034 Kabupaten Serang Jadi Smart City

Daerah

Warga Ciruas Tewas Saat Rumah Ambrol, Pemkab Serang Janji Lakukan Perbaikan

Daerah

Bukan Hilang Tiga Hari, Camat Petir Klarifikasi Kabar Penemuan Pria di Atas Beringin

Daerah

Jumlah Perjalanan Wisnus Tujuan Banten Terus Alami Penurunan Selama 3 Bulan Terakhir

Daerah

Hari Buruh 2023, Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Momentum Perkuat Kebersamaan

Daerah

Jaga Aset Masa Depan, DPK Banten Dorong Warga Sadar Arsip Lewat Gerakan Arsip Keliling ke Sekolah

Daerah

Cilegon Rawan Bencana, FPRB Lebakgede dan PT IRT Gelar Simulasi Tanggap Bencana 

Daerah

Isi Waktu Libur ke Museum Multatuli, Adian Napitupulu: Sejarawan Bonnie Triyana Harus Teruskan Semangat Multatuli