Home / Daerah

Rabu, 1 Oktober 2025 - 16:22 WIB

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Ini Langkah Pemkab Pandeglang

BagusNews.Co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang berkomitmen mempercepat akses keuangan di daerah sebagai fondasi penting untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Program ini difokuskan pada perluasan layanan perbankan hingga ke desa, penguatan UMKM, serta peningkatan literasi keuangan khususnya di kalangan pelajar.

Penjabat Sekretaris Daerah Pandeglang, Asep Rahmat, menyatakan bahwa Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) diharapkan mampu mengatasi tantangan inklusi keuangan, terutama kemudahan akses bagi masyarakat pedesaan.

“Kami ingin UMKM dan masyarakat desa mendapatkan layanan produk keuangan yang mudah dijangkau, mulai dari edukasi satu rekening satu pelajar hingga kemudahan pembayaran bagi pelaku usaha,” ujarnya, pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Menurutnya, TPAKD tidak hanya memperluas layanan perbankan, tetapi juga mengedepankan peningkatan literasi keuangan. Edukasi dimulai sejak dini melalui program satu rekening satu pelajar, diikuti dengan skema pembayaran yang lebih sederhana bagi UMKM, serta pengembangan desa wisata sebagai upaya mendukung sektor lokal.

Baca Juga :  Cegah Stunting, Tine Al Muktabar Masak Nuget Ikan Patin untuk Dibagikan ke Posyandu

Meski begitu, Asep mengakui masih terdapat kendala terutama terkait data perekonomian yang belum terhimpun secara lengkap dari perangkat daerah. Kondisi ini menjadi hambatan dalam perencanaan dan pelaporan program.

“Data perekonomian sangat penting, bukan hanya untuk pelaporan ke DDAKD, tapi juga sebagai dasar perencanaan. Tanpa data yang kuat, pelaksanaan program bisa terhambat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Pandeglang, Erik Widhaswara, menambahkan, sektor investasi dan pelayanan publik memerlukan dukungan administrasi yang akurat agar program percepatan akses keuangan berjalan optimal.

Baca Juga :  Refleksi 1 Tahun Dewi-Iing di Pandeglang, Mahasiswa Soroti Sektor Pendidikan

Selain masalah data, keterbatasan infrastruktur masih menjadi tantangan, terutama di wilayah pelosok yang belum memiliki layanan keuangan. Beberapa kecamatan di Pandeglang minim akses kantor perbankan maupun layanan digital, sehingga masyarakat masih mengandalkan jalur informal yang berisiko tinggi.

“Kami terus berupaya memperbaiki kualitas layanan, tapi ketersediaan data tetap menjadi tantangan besar. Hal ini berpengaruh pada percepatan investasi yang sebenarnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Meski menghadapi berbagai rintangan, ia optimis program TPAKD mampu memberikan dampak positif. Dengan kolaborasi bersama OJK, Bank Indonesia, perbankan, dan lembaga jasa keuangan lain, diharapkan jaringan layanan dapat diperluas serta edukasi keuangan dilakukan secara masif di seluruh wilayah Pandeglang. (Red/Difeni)

Share :

Baca Juga

Daerah

KPU Ajak Pokja Wartawan Banten Kolaborasi Kawal Pilkada 2024

Daerah

Pelayanan Mudik 2024, Pj Gubernur Al Muktabar: Pemprov Banten Sesuai Kewenangan Dengan Pemerintah Kabupaten/Kota

Daerah

Partai Golkar dan PAN Dukung Prabowo Subianto, Andra Soni : Semakin Memantapkan Keyakinan 2024 Prabowo Presiden

Daerah

Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Jadi Caleg, Ini Alasannya

Daerah

Dindikbud Kabupaten Serang Hanya Akan Perbaiki 20 Ruang Kelas Rusak Berat, Sisanya Minta Bantuan Pusat

Daerah

Warga Pandeglang Serbu Gerakan Pangan Murah, Ringankan Beban Puasa Ramadan

Daerah

Andra Soni Siapkan Hadiah Bagi Masyarakat Taat Pajak Kendaraan, Salah Satunya Umrah

Daerah

Sampah Tangsel Dikirim ke TPAS Cilowong, Wali Kota Serang Terjun ke Lokasi