Home / Daerah / Pemerintah

Rabu, 10 Desember 2025 - 13:41 WIB

Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah Akibat Proyek Tol Serang-Panimbang

Keadaan jalan utama yang menghubungkan Desa Kadumalati, Desa Pasirgadung, dan Desa Cimoyan tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat, termasuk pelajar dari SDN, SMPN, hingga SMK Negeri 13 Pandeglang yang berlokasi di Desa Pasirgadung | Dok. Difeni-BNC

Keadaan jalan utama yang menghubungkan Desa Kadumalati, Desa Pasirgadung, dan Desa Cimoyan tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat, termasuk pelajar dari SDN, SMPN, hingga SMK Negeri 13 Pandeglang yang berlokasi di Desa Pasirgadung | Dok. Difeni-BNC

BagusNews.Co – Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Serang-Panimbang kembali menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat setempat.

Akses jalan utama yang menghubungkan Desa Kadumalati, Desa Pasirgadung, dan Desa Cimoyan mengalami kerusakan parah dan menjadi sangat licin saat dilalui, terutama saat musim hujan tiba.

Kondisi jalan yang semula menjadi jalur vital bagi warga, termasuk pelajar dari SDN, SMPN, hingga SMK Negeri 13 Pandeglang yang berlokasi di Desa Pasirgadung, kini berubah menjadi lumpur bercampur urukan tanah akibat aktivitas proyek tol tersebut.

Akses utama ini merupakan jalur penting yang digunakan warga setiap hari, baik untuk keperluan pendidikan, pekerjaan, maupun aktivitas ekonomi lainnya.

Namun, kondisi jalan yang berlumpur tebal dan licin menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat melewati jalan tersebut, bahkan menyebabkan bahaya bagi pengguna jalan.

“Setiap hari saya melewati jalan ini untuk bersekolah. Saat hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur. Saya sering terpeleset dan sering melihat teman-teman sekolah juga jatuh karena licin,” ujar LD (17), siswa SMA 12 Picung dari Desa Pasirgadung, Rabu, 10 Desember 2025.

Baca Juga :  Full Senyum, Airin-Ade Sumardi Sat Set Daftar Pertama ke KPU Banten

LD berharap pemerintah daerah, provinsi, dan pihak terkait segera turun tangan dan mencari solusi agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan tetap aman.

“Kami ingin jalan ini segera diperbaiki. Kondisi rusak sudah hampir satu tahun dibiarkan tanpa tindakan akibat dampak proyek Tol Serang-Panimbang,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga setempat, Entis Sumantri. Ia menilai bahwa pemerintah daerah dan pelaksana proyek kurang responsif terhadap aspirasi masyarakat.

“Kami sudah sering menyampaikan aspirasi, tapi dinilai diabaikan. PT Sino Road and Bridge Group dan PT Hutama Karya (HK) KSO juga tidak menunjukkan itikad baik memperbaiki akses jalan yang terdampak,” ungkapnya.

Sebagai aktivis dari Konsolidasi Mahasiswa Pasirgadung Patia (KOMPAS) Pandeglang, Entis menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

Ia menyoroti bahwa perusahaan pelaksana proyek seharusnya mengantisipasi dampak lingkungan dan lalu lintas sesuai dengan analisis AMDAL dan Andalalin yang telah disusun.

Baca Juga :  Januari 2024, Inflasi Provinsi Banten Terkendali di 2,59 Persen

“Nyatanya, justru masyarakat dirugikan. Dari mana dampak positifnya?” tanyanya.

Menurutnya, kerusakan jalan ini sangat besar pengaruhnya terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari pelajar, petani, hingga pedagang.

“Ini jelas menghambat perekonomian warga. Anak-anak sekolah harus melewati jalan berlumpur saat musim hujan. Kondisi ini sangat berbahaya,” tegasnya.

Entis juga menduga bahwa kedua perusahaan pelaksana proyek tersebut melanggar aturan terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta ketentuan perundang-undangan mengenai proyek strategis nasional.

“Mereka gagal menjalankan tanggung jawabnya. Sebaiknya PT Sino Road and Bridge Group dan PT Hutama Karya (HK) KSO menepati janji mereka melakukan perbaikan jalan. Warga sudah menyampaikan aspirasi, tapi tidak ada tindakan nyata,” tambahnya.

Ia menyatakan bahwa KOMPAS akan terus mengawal masalah ini hingga tuntas dan menuntut sanksi tegas kepada perusahaan yang tidak bertanggung jawab, bahkan blacklisting jika diperlukan.

“Mereka tidak boleh mengabaikan kepentingan masyarakat banyak,” tutup Entis Sumantri. (Red/Difeni)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dindikbud Kota Serang Tetapkan Jadwal Belajar dan Libur Siswa PAUD-SD-SMP Selama Ramadhan 1447 H

Daerah

Adde Rosi Khoerunnisa Inisiasi Kejurda Futsal 2025 untuk Perkuat Prestasi Olahraga Lebak

Daerah

Periode Juni 2023, Provinsi Banten Tempati Posisi 15 Daerah Terendah Inflasi Secara Nasional

Daerah

Kinerja 100 Hari Kepemimpinan Zakiyah-Najib, Begini Kata Ketua Forum BPD Kecamatan Kopo

Daerah

Gagal Maju di Pilkada 2024, Ahmad Wahyudin Nasyar Deklarasikan Gerakan Sosial AWN

Daerah

Polda Banten Periksa Warga Lebak Terkait Galian C Ilegal

Daerah

Pemkab Pendeglang Buka Posko Layanan Kesehatan di Samsat

Daerah

Tantang Calon Petahana, Isro-Uyun Daftar Pertama ke KPU Kota Cilegon