BagusNews.Co – Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, memimpin langsung kegiatan Jumat Bersih dalam rangka penanganan pasca banjir di Kali Kroya, Komplek Kroya Indah Permai, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Jumat, 9 Januari 2025.
Sungai Kroya selama ini dikenal warga setempat sebagai Kali Mati Kroya atau Kali Jabang Bayi.
Tumpukan sampah rumah tangga serta tumbuhan liar berupa eceng gondok yang menumpuk di sepanjang aliran sungai berhasil diangkut menggunakan sejumlah kendaraan truk.
Pembersihan dilakukan secara menyeluruh guna mengembalikan fungsi aliran sungai yang selama ini tersumbat, dengan melibatkan lapisan masyarakat serta sejumlah OPD terkait.
Hal itu dilakukan mengingat banyaknya gangguan di sepanjang aliran sungai, mulai dari sampah, sedimentasi, hingga tanaman liar yang telah lama dibiarkan tumbuh tanpa pengelolaan.
Menurut Agis, Kali Mati Kroya menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir di Kecamatan Kasemen yang beberapa hari lalu merendam rumah-rumah warga selama empat hari lamanya.
Kondisi sungai yang tersumbat membuat aliran air tidak berjalan optimal saat curah hujan tinggi.
“Kali Mati Kroya ini sudah lama tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tumpukan sampah dan eceng gondok yang menahun membuat air tidak mengalir dan akhirnya meluap ke permukiman warga,” ujar Agis.
Ia terjun langsung mengangkut tumpukan sampah serta tanaman liar di sepanjang aliran Kali Mati Kroya.
Tidak hanya dari darat, Agis juga tampak menaiki perahu untuk mengambil eceng gondok yang menjalar dan menutup permukaan aliran sungai.
Tumpukan sampah dan tanaman pengganggu diangkat secara manual dari aliran sungai untuk kemudian dinaikkan ke atas truk pengangkut.
Sejumlah kendaraan truk tampak hilir mudik mengangkut sampah dan eceng gondok hasil pembersihan, mencerminkan keseriusan penanganan Kali Kroya sebagai salah satu titik rawan banjir di Kecamatan Kasemen.
Kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan Jumat Bersih ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan dan fungsi sungai, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mencegah banjir kembali terjadi di wilayah tersebut.
Agis mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga fungsi sungai sebagai bagian penting dari sistem drainase alami kota.
Ia menegaskan pentingnya kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak mendirikan bangunan di atas aliran sungai, serta rutin menjaga sungai dari tumbuhan liar.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga harus ikut menjaga sungai, karena dampaknya kembali ke kita semua. Jangan buang sampah ke sungai, jangan menutup aliran air, dan mari kita rawat bersama agar banjir tidak terus berulang,” tegas Agis.
Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, Pemkot Serang berharap aliran Sungai Kroya dapat kembali berfungsi normal serta menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan banjir di wilayah Kasemen ke depan. (Red/ Roy)







