BagusNews.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan mengalihkan tempat launching program Serang Mengaji ke Alun-alun Barat. Semula, agenda kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Royal Baroe.
Pengalihan lokasi launching program Serang Mengaji bertujuan untuk mengantisipasi keamanan yang diperkirakan melibatkan ribuan peserta, sehingga dibutuhkan tempat yang memadai.
Ketua Satgas Serang Mengaji, KH Enting Abdul Karim, menyampaikan bahwa launching program Serang Mengaji akan diikuti sekitar 10 ribu peserta, terdiri dari siswa SMP, santri, dan masyarakat umum.
”Sekitar 10 ribu, itu yang sudah pasti. Dari dinas pendidikan 6 ribu, Kemenag 2 ribu, para santri 2 ribu, dan ditambah dari masyarakat. Jadi estimasi massa sekitar 10 ribu,” ungkapnya, Senin, 2 Februari 2026.
Ia menjelaskan tujuan keberadaan program Serang Mengaji untuk menjadikan membaca Al Qur’an sebagai budaya masyarakat Kota Serang.
”Setidaknya satu santri, satu siswa itu satu juz. Sehingga diharapkan mengaji itu menjadi budaya kita bersama kayak dulu gitu. Maghrib-maghrib di masjid penuh ada yang ngaji, di rumah warga ada guru-guru ngaji, lalu di sekolah-sekolah, lembaga, kantor- kantor dan sebagainya,” terang KH Enting.
Adapun rangkaian acara Serang Mengaji akan dimulai pawai dari Masjid Agung Ats Tsauroh, kemudian melintasi ke Royal Baroe, dan berakhir di Alun-alun Barat.
”Awalnya kan tadinya di Royal Baroe tapi dengan berbagai perkembangan, akhirnya kita star dari Masjid Agung Ats Tsauroh, kemudian keliling ke Royal Baroe supaya suasana Royal Baroe juga dirasakan oleh para peserta dan titik akhir di Alun-alun Barat,” tuturnya.
Untuk mendukung program ini, lanjut KH Enting, pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) untuk membuat aplikasi Serang Mengaji, yang menyediakan ruang belajar mengaji secara online.
Selain itu, tim relawan akan dikirim ke sekolah-sekolah dan masyarakat untuk mengajar mengaji.
”Dan ke depannya insya Allah, kita juga sudah menyiapkan motor mengaji. Jadi mereka ngeluyur (keliling) nya pakai motor. Insya Allah, ini akan menjadi awal dari perubahan besar di Kota Serang,” pungkasnya.
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) I Bidang Hukum Kota Serang, Subagyo menyebut ada beberapa alternatif lokasi untuk melaunching program Serang Mengaji. Yaitu antara Alun-alun Barat atau Masjid Agung Ats Tsauroh.
”Tapi ini belum final karena dari sisi anggaran kita belum menganggarkan di APBD, sehingga mungkin nanti kita akan menggunakan CSR atau bantuan bantuan dari pihak yang memiliki semangat yang sama mendukung program Serang Mengaji,” ujarnya.
Ia menjelaskan alasan memindahkan lokasi acara tersebut karena Alun-alun Barat cukup luas ketimbang Royal Baroe.
”Jadi tempat yang paling aman mungkin di Alun-alun tapi di Alun-alun juga mesti pasang tenda dan lain lain. Jadi tempat masih tentatif,” terang Subagyo.
”Yang penting seluruh rangkaian bisa tercover dan acara bisa dikemas efektif secara waktu,” tandasnya. (Red/ Roy)







