BagusNews.Co – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pandeglang gencar membekali warga binaan dengan keterampilan produktif, memastikan mereka kembali ke masyarakat sebagai kontributor positif, bukan pelaku kriminal ulang. Program kemandirian ini mengubah wajah rutan menjadi pusat pelatihan praktis yang selaras dengan tuntutan pasar kerja.
Kepala Rutan Pandeglang, Achmad Zaki, menjelaskan kolaborasi strategis dengan Pusat Bantuan Hukum Masyarakat Indonesia (Pusbakumadin) menghadirkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk pendidikan Paket A, B, dan C. Tak berhenti di situ, pelatihan unggulan mekanik AC dan elektronik menjadi senjata utama narapidana pasca bebas.
“Kami sediakan PKBM untuk sekolah paket A, B, C, plus skill mekanik AC dan elektronik. Tujuannya, mereka keluar dari sini dengan dampak positif,” Ujarnya Selasa, 10 February 2026.
Transformasi ini menargetkan paradigma baru di rutan: dari lingkungan steril menjadi bengkel keterampilan. Pakar reintegrasi sosial mencatat, keberhasilan pemulihan bergantung pada kesiapan ekonomi narapidana. Kini, fokus bergeser ke bidang teknis untuk usaha mandiri, sambil tekan angka putus sekolah lewat pendidikan formal dan bimbingan mental intensif.
“Keluar dari sini bukan untuk belajar mencuri motor lebih baik, tapi kami ubah performa mereka lewat pelatihan nyata,” tegasnya.
Rutan Pandeglang mengajak masyarakat beri kesempatan kedua bagi eks-narapidana. Semua program pembinaan dilakukan transparan dan akuntabel.(Red/Difeni)







