BagusNews.Co – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Rizki Natakusumah mengecam keras serangan terhadap pasukan perdamaian Indonesia (Indobatt) di Lebanon yang mengakibatkan beberapa prajurit dalam kondisi kritis dan luka-luka, Pernyataan tersebut dikatakan Rizki saat menghadiri upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-152 tahun 2026.
“Kami tentu mengutuk keras atas terjadinya serangan ini. Serangan terhadap pasukan perdamaian itu sama sekali tidak bisa dibenarkan. Ini merupakan pelanggaran berat atas hukum humaniter internasional dan juga pelanggaran berat atas chapter PBB,” tegasnya, saat diwawancarai wartawan usai upacara HUT pandeglang di alun alun Pandeglang Rabu, 1 April 2026.
Rizki mendesak seluruh upaya diplomasi Indonesia di Dewan Keamanan PBB untuk mengusut tuntas insiden tersebut melalui investigasi yang menyeluruh, transparan, dan tegas.
“Pasukan perdamaian dari Indonesia bertugas di Lebanon jauh dari tanah air bukan untuk berperang atau menyerang siapapun, melainkan untuk memastikan tidak ada lagi korban sipil dari konflik senjata,” tambahnya.
Partai Demokrat menyampaikan penghargaan tertinggi bagi para prajurit TNI dan doa mendalam agar yang gugur diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT.
Rizki juga berbelasungkawa mendalam atas musibah ini, mengingat Partai Demokrat lahir dari pengalaman Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Chief Military Observer di konflik Bosnia 1995-1996.
Lebih lanjut, tiga kader Demokrat yang kini bertugas di Kabinet Prabowo—Menko Infrastruktur AHY, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, serta Wamen ATR/BPN Osi Darmawan—juga merupakan veteran perdamaian di Lebanon pada era pemerintahan SBY.
“Kami sangat terpukul. Saatnya Dewan Keamanan PBB menunjukkan ketegasan demi kepentingan semua pihak,” pungkasnya. (Red/Difeni)







