Home / Daerah

Senin, 23 Maret 2026 - 12:09 WIB

Anak di Pulau Tunda Disengat Ikan Beracun, Tanpa Pertolongan Tenaga Medis 

BagusNews.Co – Nasib miris dialami keluarga M. Hamzah, warga Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Anaknya berusia 11 tahun yang seharusnya menikmati waktu bermain saat Lebaran justru harus menahan rasa sakit akibat sengatan ikan beracun jenis lepo (stonefish) tanpa penanganan medis yang layak.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (22/3) lalu, sekitar pukul 14.00 WIB di Pantai Pulau Tunda. Saat itu, anak Hamzah tengah berenang bersama adiknya. Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi kepanikan ketika sang anak tersengat ikan beracun jenis “lepo” di bagian kaki.

“Awalnya hanya bermain seperti biasa, tapi setelah satu jam, anak saya tiba-tiba kesakitan. Kakinya langsung bengkak karena kena duri ikan beracun,” ungkap Hamzah ditulis Senin, 23 Maret 2026.

Ironisnya, di tengah kondisi darurat tersebut, tak satu pun tenaga medis yang bisa memberikan pertolongan. Fasilitas kesehatan yang ada di Pulau Tunda tidak diisi petugas saat dibutuhkan.

Baca Juga :  Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Serang Periode 2025-2030, Pemkab Gelar Arak-arakan dan Pentas Seni

“Di puskesmas pembantu pulau tunda tidak ada bidan, tidak ada mantri. Padahal seharusnya mereka siaga untuk kondisi seperti ini,” katanya.

“Sepertinya medis libur lebaran. Pulang kerumahnya diluar pulau,” tambah Hamzah.

Tanpa pilihan lain, Hamzah terpaksa mengandalkan pengobatan tradisional kampung untuk meredakan rasa sakit anaknya. Kondisi ini kembali membuka luka lama tentang minimnya layanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Ia menilai, absennya tenaga kesehatan bukan sekadar kelalaian, melainkan persoalan serius yang terus dan terus berulang sehingga berdampak langsung pada keselamatan warga.

“Kami ini jauh dari daratan. Kalau harus berobat ke Serang atau Tirtayasa, butuh waktu dan biaya besar. Sementara kondisi darurat tidak bisa menunggu,” tegasnya.

Baca Juga :  DPMD Banten Minta LAD dan LKD Pertahankan Sistem Hukum Lokal Demi Menjaga Budaya 

Hamzah pun mendesak Pemerintah Kabupaten Serang untuk segera mengevaluasi kinerja tenaga kesehatan yang ditugaskan di Pulau Tunda. Ia berharap ada penempatan tenaga medis yang benar-benar siap tinggal dan mengabdi, bukan sekadar datang lalu pergi.

“Kalau bisa, utamakan putra-putri daerah. Yang memang tinggal di sini, jadi bisa cepat tanggap. Jangan sampai fasilitas ada, tapi tidak bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa banyak warga Pulau Tunda yang sebenarnya telah memenuhi syarat untuk menjadi tenaga kesehatan. Potensi tersebut, menurutnya, perlu diberi ruang dan kesempatan oleh pemerintah.

“Banyak putra daerah yang mampu. Tinggal bagaimana diberi kesempatan, supaya bisa mengabdi di kampung sendiri,” ujarnya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Tidak Lolos Tes PPPK, Pemkot Serang Akan Angkat Honorer Jadi PPPK Paruh Waktu

Daerah

Yedi Rahmat Masih Kukuh, Mobil Dinas Mantan Walikota Syafrudin Harus Dikembalikan

Daerah

Mulai Langka, Warga Kota Serang Berebut Gas Elpiji 3 Kg di Pangkalan

Daerah

Pj Gubernur Al Muktabar : Pemprov Banten Siap Fasilitasi Pemilu 2024

Daerah

Melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera, Gubernur Andra Soni Terima Anugerah Indoposco

Daerah

Kurang Dari 24 Jam, Tiket Mudik Gratis Pemprov Banten Ludes

Daerah

Demi Prestasi, DPRD Kota Serang Gagas Raperda Keolahragaan Daerah

Daerah

Gelar Kongres VII, Saprol dan Supri Resmi Menjabat Ketua dan Wakil Ketua Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten