BagusNews.Co – Sering terjadi banjir dan macet, Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Serang Hasan Basri, tinjau Terowongan Jembatan Kaligandu Trondol, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Senin, 24 Juni 2024.
“Alhamdulillah pada siang ini kami ditemani oleh Wakil Ketua DPRD Kota Serang, ke depan drainase yang dangkal yang menjadi bagian dari kewenangan pemerintah Kota Serang akan kita keruk untuk segera diperbaiki, sedangkan untuk kewenangan pusat kita sedang upayakan,” ujarnya.
Yedi mengatakan, pihaknya telah mengusulkan lima titik rawan banjir di Kota Serang, salah satunya Terowongan Kaligandu kepada pengelola Badan Pengaturan Jalan Tol (BPJT) yang merupakan kewenangan pemerintah pusat.
“Alhamdulillah sudah berkirim surat ke pihak BPJT katanya mereka siap bantu, karena ini menjadi keluhan warga disini. Makanya saya terjun langsung bersama Wakil Ketua DPRD Kota Serang,” katanya.
Sementara itu, Kabid PUPR Kota Serang Asdar mengungkapkan, lima titik yang diusulkan kepada pemerintah pusat, yaitu lingkungan Pabuaran Unyur, lingkungan Perumahan Bumi Agung Satu, lingkungan Cilampang, lingkungan Bogeg dan akses Tol Serang timur.
“Nah, itu titik-titik banjir yang berhubungan dengan jalan tol yang kami usulkan itu ada lima lokasi, untuk menangani titik rawan banjir di Kota Serang. Tapi kalau yang menjadi kewenangan Pemkot Serang tentunya akan cepat kita perbaiki,” katanya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Serang Hasan Basri mengucapkan terima kasih kepada Pj Walikota Serang yang sudah mengkroscek secara langsung ke lapangan mengenai kondisi yang dikeluhkan oleh masyarakat.
“Saya kira saya atas nama warga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Pj Walikota Serang. Dan memang tadi yang disampaikan itu titik krusial sebenarnya. Tetapi kami berharap pelaksanaannya bisa segera dilaksanakan,” katanya.
Menurut Hasan, jalan Terowongan Jembatan Trondol itu merupakan salah satu akses utama menunju wisata religi Banten Lama. Oleh sebab itu, perbaikan dan pelebaran itu sangat penting.
“Karena ini seiring pelebaran jalan tol, sekalian aja gorong-gorongnya di perbesar termasuk juga terowongan itu supaya mobil bus itu bisa masuklah ke situ, karena itu merupakan jalur wisata,” ujarnya. (Red/Misbah)







