Home / Politik

Jumat, 22 November 2024 - 20:35 WIB

Jelang Masa Tenang Kampanye, Airin Diserang Isu Negatif. Pengamat: Aparat Wajib Netral

BagusNews.Co – Pilkada Banten 2024 akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan. Dua hari jelang hari tenang, publik bukannya dihadapkan pada ketenangan justru sebaliknya isu dan situasi politik dibuat makin beriak.

Setelah banyaknya protes dan demonstrasi serta permohonan para tokoh agar aparat kepolisian bersikap netral dalam pilkada, kini kejaksaan tinggi Banten malah membuat heboh.

Tiba-tiba jelang masa tenang kampanye, Kejati Banten menyebar rilis mereka tengah melakukan pemeriksaan para saksi terkait kasus tahun 2008 dimana di situ dipanggil suami dari calon gubernur Airin Rachmi Diany. Banyak pihak membaca hal itu sebagai upaya menabuh gendang jelang tengah malam, padahal hari tenang pilkada akan datang.

Pemerhati Pilkada Agusta Surya Buana menilai, apa yang dilakukan Kejati Banten sebagai cawi-cawi politik. Padahal menurutnya jika mereka benar-benar menghargai proses pilkada, menunda proses barang seminggu dua minggu sampai pemungutan suara digelar, sangat bisa dilakukan.

Baca Juga :  Bawaslu Kabupaten Serang Dorong Peserta Pemilu Daftarkan Akun Medsos Tim Kampanye

“Kita tidak turut campur mengenai persoalan hukum, itu ada ranahnya sendiri. Hanya sengaja memanggil pihak yang terkait langsung dengan pilkada, tak bisa dibantah akan memunculkan kontroversi. Jadi harusnya Aparat Penegak Hukum bersikap cermat, cerdas dan tahu waktu,” beber Agusta kepada media, Jum’at (22/11)

Agusta juga menyebut, isu tidak netralnya aparat di Banten ini telah menjadi perhatian nasional. Bahkan Founder Lokataru Foundation Haris Azhar mengaku punya banyak data dugaan pelanggaran dan intervensi politik dalam proses Pilkada serentak di Banten.

Haris Azhar menyebut dugaan pelanggaran itu dilakukan oleh oknum kepala desa, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, dan oknum aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Partai Politik Akan Diberikan Sanksi Bila Tidak Meyerahkan LADK

“Aparatur negara atau penegak hukum yang lain, hentikanlah. Kami punya cukup temuan-temuan berjenjang. Bukti berjenjang hingga saksi,” kata Haris saat konferensi pers di Kota Serang, Jumat (22/11/2024).

Dalam konfrensi pers, Lokataru Foundation mengungkap sejumlah data, mulai dari keterlibatan para kepala desa hingga ketua Apdesi dalam mendukung pasangan calon gubernur-wakil gubernur Banten Andra Soni-Dimyati Natakusumah, yang notabena jagoan diusung Partai Gerindra.

“Hentikan persuasi-persuasi yang diskriminatif. Persuasi yang hanya ingin menguntungkan kelompok tertentu. Tunjukkanlah etika yang baik. Buktikan bahwa dia layak jadi menteri, buktikan kalau para penegak hukum, penegak hukum untuk semua, bukan untuk kelompok tertentu atau individu tertentu,” pungkas Haris. (Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Politik

Otak-Atik Menuju Pilgub Banten 2024, Ini Kata Pengamat

Daerah

1.877 Pengawas TPS se-Kota Serang Resmi Dilantik

Politik

Hariz Azhar: Mendes Yandri Bikin Malu Kabinet Prabowo

Politik

Diduga Tak Netral, Lima Kepala Desa Dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Serang

Daerah

Dinilai Sukses, KPU Banten Apresiasi Penyelenggaraan PSU Pilkada Kabupaten Serang

Daerah

Bawaslu Banten Mulai Sidangkan Laporan Dugaan Penggelembungan Suara Caleg DPR Dari PDIP

Daerah

Daftarkan 100 Bacaleg Terbaik, PDIP Optimis Rebut Kursi Ketua DPRD Banten

Politik

Tasyakuran HUT ke-18 Gerindra, Andra Soni Intruksikan Kader Terus Kompak dan Berdampak untuk Masyarakat