Home / Daerah

Rabu, 5 November 2025 - 13:41 WIB

Polda Banten Gelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

BagusNews.Co – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam akibat perubahan cuaca ekstrem, Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggelar apel serentak.

Kegiatan yang bertajuk ‘Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025’ ini berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Banten pada Rabu, 5November 2025, sebagai bentuk komitmen lintas sektor dalam memperkuat sinergi penanganan bencana.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bersama Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut berbagai unsur instansi terkait, termasuk TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, BMKG, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), serta relawan kebencanaan.

Kehadiran Forkopimda Provinsi Banten dan pejabat utama Polda Banten turut menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi bencana.

Apel ini menjadi simbol kekompakan lintas sektor untuk memperkuat kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi yang sering terjadi selama musim penghujan.

Dalam amanatnya, Kapolda Banten menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana prasarana dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana.

Baca Juga :  Banten Bakal Punya Duta Kebudayaan

“Kegiatan ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana prasarana dalam pencegahan dan penanggulangan bencana alam, sehingga diharapkan seluruh personel dan stakeholders yang terlibat dapat bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana demi menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar Hengki.

Lebih lanjut, Hengki menekankan bahwa Indonesia, yang berada di wilayah Ring of Fire, menghadapi tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Data BMKG menunjukkan bahwa 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncak musim terjadi dari November 2025 hingga Januari 2026. Hal itu berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang tinggi.

“Dalam menghadapi tantangan tersebut, kecepatan dan ketepatan respons menjadi faktor utama keberhasilan penanganan bencana. Karena itu, diperlukan kesiapan yang optimal dari seluruh elemen bangsa — TNI, Polri, pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, serta seluruh masyarakat — guna menjamin respons cepat terhadap setiap situasi bencana,” tambahnya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Al Muktabar Lepas Dua Paskibraka Provinsi Banten Terpilih ke Tingkat Nasional

Hengki juga menekankan beberapa langkah penting yang harus dijadikan pedoman dalam penanganan bencana, antara lain deteksi dini, pemetaan wilayah rawan, pemberian informasi awal kepada masyarakat, kesiapan personel dan logistik, serta pelaksanaan simulasi tanggap darurat secara rutin.

Ia menegaskan bahwa kecepatan dan empati dalam setiap tindakan sangat penting untuk memastikan keselamatan dan rasa aman masyarakat terdampak.

Selain itu, Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan sinergi yang dilakukan Polda Banten dalam mitigasi risiko bencana.

Ia juga mengatakan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, TNI-Polri, media, dan masyarakat, adalah kunci utama dalam mengurangi dampak bencana dan meningkatkan ketahanan wilayah.

“Langkah cepat Polda Banten menjadi contoh nyata sinergi dan kepedulian antarinstansi. Dengan kesiapan yang matang, koordinasi yang solid, dan kerja sama semua pihak, kita optimis risiko bencana di Provinsi Banten dapat ditangani dengan cepat, tepat, dan efisien,” ungkap Dimyati

Acara diakhiri dengan pengecekan pasukan serta peralatan dan logistik pendukung penanggulangan bencana, mulai dari kendaraan taktis hingga peralatan SAR dan logistik. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bawaslu Banten Komentari Simulasi Pemungutan Suara Pilpres Oleh KPU Kabupaten/Kota 

Daerah

Jembatan Rapuh di Kampung Ciseke, Relawan Jepang Segera Bangun Akses Penghubung Warga Padarincang

Daerah

Tiga Daerah Gugat ke MK, Penetapan Kepala Daerah Terpilih di Banten Tidak Serentak

Daerah

Alami Penurunan, Inflasi Provinsi Banten Juni 2024 di Angka 2,49 Persen

Daerah

Dukung Pemberdayaan Keluarga, Pj Gubernur Tinjau Gedung PKK Banten

Daerah

Pandeglang Tingkatkan Ekonomi Pesisir Lewat Pelatihan Pengolahan Kulit Kerang dan Pusat Kreativitas

Daerah

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang

Daerah

Ketua DPRD Banten Minta Jurnalis Kawal Iklim Demokrasi di Banten