BagusNews.Co – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menegaskan komitmennya dalam mendukung masyarakat terdampak di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong.
Bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako disalurkan sebagai bagian dari langkah tanggap darurat menghadapi situasi kebencanaan lingkungan yang dirasakan warga sekitar TPA Cipeucang.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Tangsel Yasir Arafat menjelaskan, pihaknya memberikan total 231 paket sembako kepada masyarakat di dua kelurahan, yakni Kedemangan dan Serpong.
“Ada 171 di Kelurahan Kedemangan dan 60 di Kelurahan Serpong. Total 231 bantuan sembako yang diberikan bagi masyarakat sekitar TPA Cipeucang,” ujarnya di kantor Dinsos Tangsel, Senin, 19 Januari 2025.
Lebih lanjut, Yasir menegaskan bahwa bantuan ini diberikan karena situasi tanggap darurat yang masuk ke kategori kebencanaan.
“Pertimbangannya adalah situasi tanggap darurat itu kan sudah masuk ke wilayah kebencanaan. Nah, karena itu kemudian yang dihadapi warga itu pertama ya mereka terganggu aktivitasnya,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa selain gangguan aktivitas, warga juga menghadapi persoalan air minum yang telah dibantu oleh PMI dan BPBD dengan memberikan bantuan air bersih serta peralatan kebersihan.
Semntara, kata Yasir, logistik yang disalurkan oleh Dinsos Tangsel berupa paket sembako dengan nilai sekitar Rp250 ribu per paket. Isi paket meliputi beras 5 kilogram, mi instan 10 bungkus, minyak goreng, gula, teh, dan kopi.
“Kalau paket kami itu sekitar Rp250 ribu, kalau diuangkan ya. Tapi kalau yang Dinsos berikan ada beras 5 kilogram, mi instan 10 bungkus, kemudian ada minyak goreng, gula, teh satu kotak, gula 1 kilogram, dan kopi,” jelasnya.
Terkait penyaluran bantuan tersebut, lanjutnya, dilakukan satu kali selama masa tanggap darurat, yang diperpanjang beberapa kali karena situasi yang masih dianggap darurat.
“Sekali, karena kita sesuai tanggap darurat,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa penyaluran ini di luar dari kompensasi dampak negatif (KDN) yang diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup.
Selain itu, Yasir menyebutkan bahwa bantuan tersebut difokuskan pada warga yang benar-benar bersentuhan langsung dengan dampak lingkungan dan sampah di sekitar TPA Cipeucang.
“Seharusnya bisa, tapi kita jelas kepada yang benar-benar dekat. Itu tadi kan yang benar-benar bersentuhan langsung,” katanya.
Terkait stok bantuan untuk masa mendatang, Yasir menginformasikan bahwa saat ini tersisa sekitar 300 paket sembako yang rencananya akan disalurkan pada tahun 2026, tergantung dari arahan pemerintah dan situasi kebencanaan.
“Kalau di 2026 itu ada 300 paket sembako. Stok ini bisa bertambah jika ada tambahan anggaran,” sambungnya.
Yasir juga mengungkapkan bahwa selama Anggaran Perubahan tahun 2025, pihaknya memperoleh tambahan dana untuk bantuan bencana, termasuk 500 paket sembako yang belum seluruhnya dicairkan karena keterbatasan kapasitas gudang.
“Ada 185 paket yang enggak bisa kita cairkan karena gudang tidak mencukupi,” tuturnya.
Ia mengaku, Dinsos juga menegaskan bahwa mereka siap menyalurkan bantuan jika kondisi darurat kembali memerlukan, dengan catatan kemampuan gudang terbatas.
“Kalau diperpanjang (status tanggap darurat penanganan sampah-red) ya, kita masih bisa memberikan bantuan, tapi kemampuan kita juga terbatas,” pungkasnya. (Red/Munjul)







