BagusNews.Co – Aktivis dari Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan menyatakan penyesalan terhadap kebijakan dan sikap Bupati Pandeglang Dewi Setiani. Aktivis menyebut, Bupati Pandeglang sebagai sosok yang ‘pundungan’ atau mudah tersinggung dan merajuk.
Demikian disampaikan Rafiudin, salah satu aktivis yang aktif menyuarakan kritik, dalam aksi protes terhadap pelantikan staf ahli bupati yang merupakan tersangka kasus kecelakaan pada Kamis, 4 Mei 2026, di depan kantor Bupati Pandeglang.
Rafiudin juga menjelaskan, sikap ‘pundungan’ yang dimaksud merujuk pada sifat emosional dan tidak terbuka terhadap kritik. Ia mengungkapkan, selama ini Bupati Dewi Setiani kerap menghindar dan tak mau menghadiri aksi-aksi yang dilakukan oleh masyarakat dan aktivis.
“Yang pertama, setiap kali masyarakat yang tergabung dalam aliansi atau pergerakan apapun ketika menyampaikan pendapat di muka umum, beliau tidak pernah hadir,” ujar Rafiudin.
Selain itu, Rafiudin menambahkan, selama ini Bupati Pandeglang selalu bersembunyi ketika ada aksi dan menuduh, kritik yang dilayangkan selalu ditunggangi oleh muatan politik. “Apa-apa pundung, apa-apa disangkutkan dengan lawan politik, padahal aksi kami beberapa waktu terakhir selalu objektif,” katanya. Sikap tersebut dinilai menunjukkan kurangnya transparansi dan keberanian dalam menghadapi kritik konstruktif dari masyarakat.
Rafiudin juga mengaku menyesal telah menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Pandeglang lalu. Ia dan sejumlah aktivis lainnya bahkan membuat menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat karena telah memilih Dewi Setiani sebagai Bupati dan Iing sebagai Wakil Bupati yang dinilai tidak proakyat.
Kritik keras terhadap Bupati Pandeglang ini tidak hanya soal sikap emosional, tetapi juga terkait kompetensi di bidang administrasi dan kebijakan. Rafiudin menyampaikan, meskipun Dewi Setiani memiliki latar belakang di bidang administrasi negara, dia dinilai kurang memahami analisis kebijakan yang efektif dan berpihak kepada rakyat.
“Secara fakultatif dan keilmuan di bidang administrasi negara, beliau paham, tetapi dalam penerapan kebijakan, belum menunjukkan kemampuan yang memadai,” tegasnya.
Masyarakat dan aktivis berharap agar Dewi Setiani mampu introspeksi dan memperbaiki sikap serta kebijakannya demi mewujudkan pemerintahan yang lebih akomodatif dan prorakyat. Kritik yang disampaikan aktivis diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Bupati Pandeglang agar lebih terbuka dan responsif terhadap aspirasi masyarakat. (Red/Guntur)







