Home / Daerah

Senin, 15 Agustus 2022 - 17:52 WIB

Gelar Aksi Demonstrasi, Tenaga Honorer di Pemprov Banten Minta Pemerintah Segera Rumuskan Formulasi Penyelesaian Masalah

BagusNews.Co – Ribuan tenaga honorer di Pemerintahan Provinsi Banten melakukan aksi demonstrasi di Plaza Aspirasi Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Senin (15/8/2022).

Dimana para tenaga honorer itu meminta kepastian nasib mereka ketika status honorer dihapus pada tahun 2023.

Apdiah, seorang honorer di Setda Provinsi Banten menuntut Pemerintah Provinsi Banten agar dapat mengangkat para honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) atau CPNS tanpa tes.

Dirinya menilai banyak pegawai dari kalangan perempuan yang sudah lama mengabdi dan menjadi tulang punggung keluarganya.

“Ini suara jeritan ibu-ibu pak, ibu-ibu disini banyak yang jadi tulang punggung keluarga. Apalagi janda punya anak, anaknya sudah kuliah sudah SMA,” ucapnya.

Baca Juga :  Ulama dan Pemuda Banten Deklarasikan Pemilu Damai

Sementara itu, Ketua Forum Pegawai Non PNS Banten (FPNPB) Provinsi Banten Taufik Hidayat menyampaikan sejak bergulirnya isu penghapusan honorer, pihaknya telah beberapa kali melakukan audiensi untuk menyampaikan aspirasi ke sejumlah pemangku kebijakan.

Bahkan, kata Taufik, pihaknya juga telah menyampaikan aspirasi kepada Pj Gubernur Banten Al Muktabar. Akan tetapi, sudah tiga bulan lebih tak kunjung ada kepastian.

“Peraturan ini lambat laun akan jadi kenyataan jika tidak ada peran aktif ataupun tegas dari Pemprov Banten untuk melindungi honorer,” ujar Taufik.

Para honorer juga menuntut Pemprov Banten untuk dapat segera merumuskan formulasi dalam rangka menyelesaikan permasalahan tenaga non PNS di Pemprov Banten.

Baca Juga :  Cegah PSU di Pilkada 2024, KPU Kota Serang Gelar Bimtek di Tingkat Kelurahan

Untuk formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) di Pemprov Banten itu sendiri pada 2022,hanya terdapat kuota 1.800 pegawai. Sedangkan, jumlah honorer di Banten mencapai 17 ribu orang.

Belum lagi, lanjut Taufik, para honorer yang telah mengabdi bertahun-tahu untuk Pemprov Banten belum mendapatkan upah yang layak. Oleh karenanya, kesejahteraan honorer pun harus jadi pembahasan serius oleh Pemprov Banten.

“Gaji 1,8 juta untuk menghidupi anak istri mana cukup apalagi listrik tansport biaya sekolah,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Daerah

PPP Gagal Lolos Parliamentary Threshold, Adde Rosi Kembali Duduk di Senayan dari Dapil Banten 1

Daerah

Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim Tekankan Peran Strategis Guru dalam Membangun Kecerdasan Bangsa

Daerah

Diminta Jadi Pemasok Bahan Baku MBG, Dinkopukmperindag Kota Serang Lakukan Pendataan Ulang UMKM

Daerah

Realisasi Retribusi Parkir Pemkot Serang 2025 Tidak Capai Target, Ini Faktor Penyebabnya

Daerah

Kemendag MoU dengan PB Mathla’ul Anwar Terkait Sinergi Pemberdayaan dan Pengembangan Ekonomi Umat

Daerah

Terdaftar di DPT, Ratu Atut Chosiyah Tak Hadir di TPS 14 Kota Serang

Daerah

Daya Beli Masyarakat Turun, Ini Kata Peternak Kambing di Pandeglang

Daerah

Hadiri Pelantikan PKC PMII Banten, Andra Soni Sampaikan Peran Penting Pemuda dalam Daya Saing Daerah