BagusNews.Co – Memasuki musim kemarau, Pemkot Serang tidak hanya melakukan pencegahan terjadinya gagal panen, namun juga mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran.
Hal itu disampaikan Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang Yudi Suryadi menyikapi dampak El Nino tahun 2023 yang telah membuat ratusan hektar sawah di Kota Serang mengalami kekeringan.
Menurut Yudi, musim kemarau telah membuat sejumlah daerah mengalami kekeringan dan warga kekurangan air bersih. Namun peristiwa kebakaran di Tempat Pembuagan Akhir Sampah (TPAS) di Bandung Barat, Jawa Barat, membuat dirinya merasa khwatir akan terjadi kebakaran di tempat pembuangan sampah yang ada di Kota Serang.
“Makanya kita harus hati-hati, apalagi dampak El Nino ini membuat sebagian wilayah di Kota Serang telah mengalami kekeringan, jadi jangan sampai masyarakat membakar sampah sembarangan,” kata Yudi kepada wartawan di Puspemkot Serang, Kamis, 31 Agustus 2023.
Yudi melanjutkan, bencana kebakaran rawan terjadi di musim kemarau, terlebih di lokasi tempat pembuangan sampah yang disebabkan oleh faktor udara yang panas, sehingga sangat berpotensi terhadap kebakaran lahan yang kering.
“Ya pokoknya masyarakat jangan bakar sampah sembarangan. Termasuk membakar rumput kering itu sangat berbahaya di musim kemarau,” tuturnya.
Yudi menjelaskan, tidak menutup kemungkinan kebakaran terjadi akibat warga sembarangan membuang puntung rokok, meskipun di Kota Serang tidak ada potensi bencana kebakaran lahan dan hutan.
“Dari puntung rokok juga bisa memicu terjadinya kebakaran, baik di pemukiman maupun di lokasi tempat pembuangan sampah,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, tambah Yudi, Pemkot Serang melalui dinas terkait harus lebih berhati-hati dalam menangani pengelolaan sampah di TPAS Cilowong.
“Dinas Lingkungan Hidup harus terus mengingatkan para petugas lapangan untuk selalu berhati-hati, jangan sampai membakar sampah itu bahaya,” bebernya.
Agar pencegahan bencana kebakaran menjadi fokus bersama, Yudi mengaku pihaknya akan segera melakukan sosialisasi bersama dinas-dinas terkait guna melakukan pencegahan.
“Nanti kita undang OPD terkait, untuk mengambil langkah yang tepat. Supaya segera turun ke masyarakat jangan melakukan pembakaran sampah sembarangan,” pungkas Yudi. (Red/Misbah)







