Home / Daerah

Kamis, 20 Februari 2025 - 19:35 WIB

Gelar Aksi di Depan Gedung Dewan, Mahasiswa Tolak Pemangkasan Anggaran Pendidikan

Puluhan mahasiswa dari BEM Nusantara Provinsi Banten membentangkan spanduk bertuliskan ‘Pendidikan Gratis, Rakyat Diganyang Habis’ saat aksi di depan gedung DPRD Banten l Dok. Dwi MY-BNC

Puluhan mahasiswa dari BEM Nusantara Provinsi Banten membentangkan spanduk bertuliskan ‘Pendidikan Gratis, Rakyat Diganyang Habis’ saat aksi di depan gedung DPRD Banten l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Puluhan mahasiswa dari BEM Nusantara Provinsi Banten menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang.

Dalam aksinya, mereka menolak kebijakan efisiensi anggaran yang memangkas 50 persen dari APBN dan APBD, yang dianggap akan berdampak serius pada kualitas pendidikan di provinsi tersebut.

Dalam pandangan mahasiswa, kebijakan ini akan mengancam akses pendidikan yang seharusnya terjangkau bagi semua kalangan.

“Kami menolak pemangkasan anggaran ini. Jika dipaksakan, ini akan berdampak pada jumlah beasiswa KIP dan kenaikan biaya UKT, yang akan semakin menyulitkan mahasiswa, terutama di kampus swasta,” ujar Koordinator Lapangan (Koorlap) aksi, Muhammad Obi Yusuf, Kamis, 20 Februari 2025.

Aksi unjuk rasa ini menjadi wadah bagi mereka untuk menyuarakan berbagai tuntutan terkait pendidikan yang saat ini terkomersialisasi, mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi.

“Kita ingin menghentikan komersialisasi pendidikan di tingkat SMP, SMA, bahkan hingga Perguruan Tinggi,” kata Obi.

Baca Juga :  TLHP Tahun 2022 Provinsi Banten Capai 100 Persen, Al Muktabar : Kita Penuhi Sesuai Ketentuan yang Berlaku

Menurutnya, komersialisasi pendidikan telah merugikan banyak siswa dan mahasiswa, yang seharusnya mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa terbebani oleh biaya yang tinggi.

Mahasiswa juga menyoroti masalah infrastruktur pendidikan di Provinsi Banten. Meskipun terdapat beberapa kemajuan, masih banyak aspek yang perlu diperbaiki agar pendidikan di Banten dapat berjalan optimal.

“Kita ingin pemerintah provinsi Banten memaksimalkan akses terhadap pendidikan baik itu aspek infrastruktural maupun lainnya, karena bagaimanapun fasilitas yang ada di provinsi Banten ini masih jauh dari kata baik,” ungkap Obi.

Selain isu infrastruktur, perhatian utama mahasiswa juga tertuju pada nasib guru honorer. Obi menegaskan bahwa peran guru sangat penting dalam mencerdaskan generasi muda.

“Kita menuntut agar pemerintah menyejahterakan guru honorer baik dalam gaji maupun sebagainya,” imbuhnya.

Ia menunjukkan kekhawatiran terhadap kesejahteraan guru yang sering kali terabaikan, padahal mereka memiliki beban kerja yang cukup berat.

Mahasiswa juga mengingatkan pemerintah tentang janji kampanye gubernur terpilih mengenai sekolah gratis.

Baca Juga :  KBM Terancam Daring, Banjir Rendam SMPN 25 Kota Serang

Namun, Obi menilai bahwa realitas saat ini menunjukkan pemangkasan anggaran pendidikan justru dipangkas hingga 50 persen dari APBN sebelumnya, yang berdampak pada APBD Provinsi Banten.

“Kita lihat Banten ini banyaknya perguruan tinggi swasta. Ketika efisiensi diberlakukan, maka akan ada beberapa dampak yang terjadi tentang jumlah beasiswa KIP atau jumlah UKT,” jelasnya.

Kekhawatiran Obi semakin mendalam ketika mempertimbangkan masa depan generasi muda. Dia berpendapat bahwa tindakan tegas dari pemerintah sangat diperlukan untuk memastikan bahwa setiap anak di Banten dapat mengakses pendidikan tanpa hambatan finansial.

“Ini menjadi dampak utama bagi generasi muda, terutama bagi pelajar yang ingin meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi akan dipersulit dengan bayaran kuliahnya,” ungkapnya.

Dengan tuntutan yang jelas dan konkret, mahasiswa BEM Nusantara Provinsi Banten berharap agar suara mereka didengar oleh pemangku kebijakan. Mereka ingin memastikan bahwa pendidikan yang berkualitas dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, tanpa terkendala oleh biaya yang tinggi. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Raih Prestasi di Kejuaraan Internasional, Yedi Rahmat Apresiasi Atlet Teakwondo Kota Serang

Daerah

Luncurkan SRIKANDI, Plh Sekda Banten Virgojanti: Kearsipan Salah Satu Pelayanan Dasar Pemerintahan

Daerah

Hadiri Kick Off HPN 2026, Wabup Iing Tekankan Peran Strategis Pers dalam Pembangunan

Daerah

Gara-gara UU Cipta Kerja, DPRD dan Pemkot Serang Cabut 7 Perda

Daerah

Dewan Kebudayaan Kota Cilegon Ajak Warga Meriahkan Golok Day Festival 2025

Daerah

Yedi Rahmat Tinjau Sumur Bor Air Bersih di Kasemen

Daerah

Pembangunan Alun-Alun Kota Serang Dimulai Maret 2026, Sedot Anggaran Rp48,6 Miliar

Daerah

Semarak Kemerdekaan, Jurnalis Kota Serang Gelar Lomba Biliar