BagusNews.Co – Anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk Kota Serang di tahun 2024 alami penurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2023 Kota Serang menerima Bankeu sebesar Rp25 miliar, akan tetapi pada tahun ini hanya menerima sebesar Rp16 miliar.
Hal itu disampaikan oleh anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Juhaeni M. Rois pada saat melaksanakan kunjungan reses ke Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
“Jadi nantuan keuangan untuk Kota Serang pada tahun ini sangat menurun dari yang tadinya Rp25 miliar, kini menjadi Rp16 miliar,” ujarnya, Senin, 5 Februari 2024.
Juhaeni berharap di tahun berikutnya jumlah bantuan yang disalurkan untuk Kota Serang bisa lebih ditingkatkan lagi. Atau paling tidak, nominalnya sama dengan yang disalurkan pada tahun 2023.
Juhaeni mengatakan, sebagai ibukota Provinsi seharusnya bantuan keuangan untuk Kota Serang lebih di tingkatkan lagi, sebab, masalah yang ada di Kota Serang sangatlah kompleks. Terlebih rendahnya pendapatan yang di miliki oleh Pemkot Serang.
“Kami berharap untuk 2025 kedepan bankeu untuk Pemkot Serang bisa di tingkatkan lagi, karena Kota Serang merupakan sentral ibukota Provinsi. Mestinya jangan sampai turun, minimal sama dengan 2023 kemarin,” katanya.
Dikatakannya, bantuan tersebut nantinya bisa digunakan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan. Misalnya pembangunan dan melakukan renovasi sekolah-sekolah yang ada di Kota Serang.
Juhaeni menuturkan, berdasarkan data yang diperolehnya, setidaknya Pemkot Serang membutuhkan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk perbaikan Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kota Serang.
“Tadi kita lihat data Sekolah Dasar (SD) yang rusak dari Kepala Dindikbud Kota Serang sangat memperihatinkan sekali, saya kira ini perlu dibantu butuh sekitar Rp300 miliar untuk perbaikan SD di Kota Serang,” tuturnya.
Terkahir, Juhaeni berharap di tahun berikutnya jumlah bantuan yang disalurkan untuk Kota Serang bisa lebih ditingkatkan lagi. Atau paling tidak, nominalnya sama dengan yang disalurkan pada tahun 2023.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Ina Linawati membenarkan, jika tahun 2024 Pemkot Serang hanya menerima bantuan keuangan dari Pemprov Banten sebesar Rp16 miliar.
“Memang besaran bantuan tersebut dirasa masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan program yang ada di Kota Serang. Karena Kota Serang memikul beban berat yang menyandang status sebagai ibukota Provinsi,” katanya.
“Nah untuk bankeu, kami masih menunggu surat resmi untuk Kota Serang terkait penyaluran bankeu tersebut secara resmi,” sambungnya.
Ina mengatakan, Kota Serang dipandang sebagai etalase dan wajah ibukota Provinsi Banten, seharusnya bantuan yang disalurkan bisa lebih besar dari yang diharapkan.
“Karena bisa kita ketahui kemampuan kapasitas keuangan Kota Serang masih bergantung sekali dengan dana bantuan transfer, baik itu dari pusat maupun dari provinsi,” katanya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat mengatakan, pihaknya masih berupaya agar tidak terlalu bergantung kepada bantuan keuangan dari Pemprov Banten. Namun, pihaknya saat ini tengah mengusulkan secara langsung sejumlah program pembangunan Kota Serang ke Pemerintah Pusat.
“Memang kita sangat butuh bantuan itu, tapi kami saat ini telah mengusulkan 12 ruas jalan dengan anggaran sebesar Rp191 Miliar ke pusat. Karena kalau hanya mengandalkan bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi masih dirasa kurang, sehingga kita langsung pemerintah pusat,” bebernya.
Terkahir, Yedi berharap program yang diusulkan yang mana salah satunya adalah pembangunan flyover Unyur, Kelurahan kaligandu, Kecamatan Serang pada tahun ini bisa segera dilaksanakan.
“Mudah-mudahan pembangunan fly over unyur kaligandu bisa dilaksanakan kita minta doa dan dukungan dari semua masyarakat Kota Serang,” pungkasnya.(Red/Misbah)







