BagusNews.Co – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, mencatat sebanyak 13 kasus kekerasan perempuan dan anak terjadi selama tiga bulan terkahir di Kota Serang, paling banyak terjadi pada anak sekolah.
“Tapi semuanya sudah di proses, baik proses pendampingan maupun proses secara hukum,” ujar Kepala DP3AKB Kota Serang, Anton Gunawan, saat di temui di kantornya, Senin, 22 April 2024.
Anton mengatakan, kasus kekerasan perempuan dan anak terhitung dari awal tahun 2024, sampai dengan Maret. Antara lain, kasus penyebaran poto bugil, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual pada anak dan penganiayaan.
“Jadi dalam waktu tiga bulan sudah terjadi 13 kasus kekerasan, tentunya ada kekhawatiran bagi kita. Karena baru aja tiga bulan kasus nya udah 13 kasus bagaimana jika satu bulan ada empat kasus, ini bisa jadi meningkatkan,” katanya.
Menurut Anton, kebanyakan korban kekerasan pada anak disebabkan oleh penggunaan media sosial (medsos) yang berlebihan, tanpa adanya pengawasan dari para orang tua atau keluarga.
“Karena kalau anak-anak itu rasa ingin taunya kan masih tinggi, misalnya mereka komunikasi dengan siapapun di medos itu bisa saja terjadi, kemudian ketemuan,” ungkapnya.
Anton menjelaskan, berdasarkan Undangan-undang pencegahan kekerasan sudah merupakan tugas dan tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota terutama pihak keluarga.
“Artinya semuanya bergerak dan bekerjasama. Dari mulai tingkat keluarga sampai tingkat pemerintah dalam rangka pencegahan,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Anton, pihaknya juga masih terus berupaya untuk melakukan pencegahan melaui program pembinaan ke setiap masing-masing sekolah yang ada di Kota Serang.
“Itu sudah kita lakukan karena kita juga ada tim psikolog, tenaga medis dan ada kerjasama advokat juga.
Terkahir, Anton menghimbau kepada para orang tua agar selalu memantau kegiatan anak-anaknya, terutama berkaitan dengan media sosial.
“Karena orang yang paling dekat dengan anak itu kan orang tua, maka para orang tua jangan lengah. Bila perlu medsos anak di cek biar orang tua tau, komunikasi sama siapa dan lain sebagainya,” pungkasnya.(Red/Misbah)







