Home / Daerah

Kamis, 10 Oktober 2024 - 08:49 WIB

Pemprov Banten Klaim Sektor Pertanian Aman dan Terkendali dari Deflasi

Kepala Dinas Pertanian Agus M Tauchid Memanen Tanaman Kale di Kebun PKK Provinsi Banten | Dok.BNC

Kepala Dinas Pertanian Agus M Tauchid Memanen Tanaman Kale di Kebun PKK Provinsi Banten | Dok.BNC

BagusNews.Co – Pemprov Banten mengklaim untuk harga pokok sektor pertanian masih terjaga dengan baik, hal itu salah satunya terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) di bulan September 2024 ini yang secara akumulatif masih bagus sebesar 109,29.

Itu juga menjadi jawaban atas kondisi di tengah bayang-bayang deflasi terhadap 20 komoditas pangan pokok yang melanda sebagian besar daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, besaran NTP itu yang paling tinggi disumbang oleh sub sektor tanaman pangan sebesar 113,87 dan sub sektor perkebunan sebesar 108,16. Namun iika melihat NTP gabunga bulan September ini, itu lebih besar dibandingkan dengan NTP di bulan Agustus kemarin.

“Bulan Agustus kemarin NTP kita sebesar 108,88, sedangkan di bulan November ini meningkat menjadi 109,29. Sejak awal tahun 2024 sampai saat ini, NTP Provinsi Banten terus konsisten berada dibatas 100. Itu artinya, daya saing dan kesejahteraan petani di Provinsi Banten relatif cukup bagus,” ungkap Agus M Tauchid, Kamis 10 Oktober 2024.

Baca Juga :  DKBP3A Kabupaten Serang Gelar Diseminasi Audit Kasus Stunting 2024

Diakui Agus, meskipun deflasi terjadi lima bulan beruntun, tapi berdasarkan analisa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati justru sektor pertanian tidak khawatir dengan kondisi itu. Dia menilai deflasi pada periode tersebut masih menunjukan kinerja yang positif karena harga pangan menurun.

“Jadi perkembangan ini justru menjadi hal yang positif. Apalagi, sudah terjadi peningkatan inflasi yang dipengaruhi kenaikan harga pangan pada periode sebelumnya. Sementara saat ini terjadi penurunan harga pangan hingga mengalami deflasi,” ucap Agus.

Baca Juga :  Pemprov Banten Alokasikan Bansos Rp 32,550 Miliar untuk Tangani Kemiskinan Ekstrem

Oleh karena itu, kata Agus, penurunan harga pangan sangat menentukan daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok menengah bawah yang memiliki pengeluaran paling besar di makanan.

Pj Gubernur Banten Al Muktabar menambahkan, dalam kondisi saat ini, komoditi yang harus dikendalikan secara sungguh-sungguh adalah komoditi bergejolak seperti beras dan lainnya. Khusus ayam ras dan telur, justru diupayakan terjadi keseimbangan karena di bawah harga eceran tertinggi (HET).

“Kalau terlalu dalam, bisa merugikan para petani. Sehingga kita harus melakukan keseimbangan,” jelasnya.

Meski demikian, lanjutnya, secara umum inflasi kita terkendali, baik. Karena merupakan rentang ideal antara penetapan bank sentral (Bank Indonesia, red) yaitu 2,5 plus minus 1. “Semuanya terus kita pantau,” pungkasnya. (Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Jelang Pemilu 2024, Dua Kelurahan di Kota Serang Terkendala Jaringan Internet

Daerah

Penarikan Tarif Pajak PBB Kota Serang Hanya 0,2 Persen

Daerah

Gardu Ganjar Muda Ajak Milenial Salurkan Hobi Positif Lewat Turnamen Mobile Legends

Daerah

Budi-Agis Dilantik 20 Februari di Jakarta

Daerah

16 Aset Milik Pemkab Serang Belum diserahkan Kepada Pemkot Serang

Daerah

Al Muktabar Ajak Semua Pihak Bersama Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Daerah

May Day 2023 Ribuan Buruh Banten Ogah Demo di Kantor Gubernur, Pilih Demo ke Jakarta

Daerah

Ahmad Muhibbin Jadi Anggota DPRD Paling Populer se-Banten, Tegaskan Komitmen Kerja Nyata