Home / Hukum dan Kriminal

Selasa, 11 Februari 2025 - 18:44 WIB

Ayah Korban Percobaan Rudapaksa di Binuang Tuntut Keadilan

Sukani (56), ayah korban percobaan rudapaksa SM, saat diwawancarai wartawan I Dok. Dwi MY-BNC

Sukani (56), ayah korban percobaan rudapaksa SM, saat diwawancarai wartawan I Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Wanita berinisial SM (34), korban percobaan rudapaksa disertai kekerasan, kini terpaksa dirawat intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya, termasuk cedera serius di wajah dan bagian belakang kepala.

Ayah SM, Sukani (56), menerangkan kronologi kejadian yang menimpa anaknya. Ia pertama kali mengetahui peristiwa tersebut melalui telepon dari adik iparnya.

“Malam Kamis itu ditelepon adik ipar, saya datang ke sana, tidak ada di lokasi, adanya di rumah RT ditolong, (kondisi) sudah pingsan,” ungkap Sukani kepada wartawan saat ditemui di RSUD Provinsi Banten pada Selasa, 11 Februari 2025.

Sukani menjelaskan bahwa dirinya sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, baik dari Polsek Carenang maupun Polres Serang.

Ia menyatakan, semua informasi yang dimilikinya berdasarkan penuturan SM, karena ia tidak berada di lokasi saat insiden terjadi.

Baca Juga :  Insiden Pengeroyokan terhadap Wartawan, Polda Banten Amankan Dua Anggota Brimob

“Sudah (dimintai keterangan,red) di Polsek, ada juga laporan di Polres. Artinya (keterangan, red) saya tanya anak saja karena saya tidak melihat,” tambahnya.

Sukani mengungkapkan bahwa saat kejadian, ia hanya melihat anaknya pingsan. Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, SM didiagnosis mengalami luka parah, termasuk retak di bagian tengkorak belakang kepala.

“Karena pas kejadian cuma kelihatan pingsan. Kata dokter, retak, sama ada darah di otak,” ujarnya.

Menyikapi berbagai rumor yang beredar di masyarakat mengenai insiden ini, Sukani memilih untuk tidak menanggapi.

Ia menegaskan bahwa anaknya tidak mengenal pelaku dan tidak mengetahui motif di balik kekerasan yang dialami SM.

“Ya, kalau anak saya ketemuan, berarti suka sama suka, enggak bakal terjadi kekerasan. Enggak mungkin anak saya (ketemuan, red), apalagi mabuk-mabukan. Itu saya denger (berita miring, red) cuma enggak saya tanggapin,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemprov Banten Masuk Tiga Besar Realisasi APBD Tertinggi di Indonesia Tahun 2022

Dalam situasi ini, Sukani menuntut keadilan bagi anaknya. Ia berharap pelaku dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Saya menuntut keadilanlah. Satu, anak saya kan (mendapat, red) kekerasan itu. Kedua, HP anak saya sudah ada di motor dia (pelaku, red),” pungkas Sukani.

Sebelumnya diberitakan, insiden percobaan rudapaksa disertai kekerasan yang menimpa SM ini terjadi pada 6 Februari 2025.

Saat itu korban hendak pulang dari berziarah di daerah Kresek, Kabupaten Tangerang. Kejadian berlangsung di Jalan Kampung Salawe, Kecamatan Binuang, sekira pukul 20.30 WIB. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Temui Kapolresta Serang, KMSB Dorong Penuntasan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Hukum

FSPP Banten Kecam Pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, Serukan Salat Gaib di Ponpes

Hukum dan Kriminal

Sejumlah Pelajar Diamankan Akibat Konvoi Kendaraan dengan Membawa Senjata Tajam

Daerah

Komnas Perempuan Berharap Satgas PPKS UIN SMH Banten Lebih Aktif

Daerah

Ibu Tunaikan Haji, Begini Kronologi Kasus Pencabulan oleh Ayah Tiri di Serang

Daerah

Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Komnas Soroti Provinsi Banten

Daerah

Usai Ziarah, Seorang Wanita di Kabupaten Serang Nyaris Jadi Korban Percobaan Rudapaksa

Daerah

Warga Lebak Laporkan Aktivitas Galian Tanah Ilegal ke Polda Banten