Home / Daerah / Hukum / Hukum dan Kriminal

Jumat, 30 Mei 2025 - 20:40 WIB

Ibu Tunaikan Haji, Begini Kronologi Kasus Pencabulan oleh Ayah Tiri di Serang

Kaur Binopsnal Satreskrim Polres Serang Iptu Iwan Rudini saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

Kaur Binopsnal Satreskrim Polres Serang Iptu Iwan Rudini saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Di tengah momen ibadah haji yang penuh berkah, keluarga seorang gadis berkebutuhan khusus di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, harus menerima kenyataan pahit.

Gadis tunarungu dan tunawicara ini menjadi korban pencabulan oleh ayah tirinya yang berinisial US (45). Peristiwa menyakitkan itu terungkap saat sang ibu meninggalkan rumah untuk menunaikan ibadah haji, meninggalkan korban bersama pelaku di kediaman mereka.

Kaur Binopsnal Satreskrim Polres Serang Iptu Iwan Rudini, menjelaskan bahwa aksi pencabulan tersebut terjadi di kediaman pelaku.

“Kejadiannya di rumah pelaku, yang juga ditinggali oleh korban dan adiknya. Karena saat ini ibu korban sedang menunaikan ibadah haji, korban tinggal bersama pelaku,” ujarnya kepada wartawan, Jumat, 30 Mei 2025.

Baca Juga :  Pemkot Serang Siapkan Bantuan Pinjaman Modal untuk UMKM, Bunga Cuma 1 Persen

Ia menjelaskan, pada saat pelaku melakukan aksinya, diketahui oleh saudara korban sehingga pelaku menghentikan perbuatannya Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi melalui paman dan bibinya.

“Korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada paman dan bibinya, lalu paman dan bibinya melapor ke Polsek Cikande,” katanya.

Tidak lama kemudian, lanjut Iwan, petugas dari Polsek Cikande berhasil mengamankan pelaku dan menyerahkannya ke Polres Serang untuk proses hukum lebih lanjut. Menurut keterangan korban, pelaku mengaku baru pertama kali melakukan perbuatan tersebut.

“Dijelaskan juga sebelumnya, pelaku ini pernah memergoki korban sedang melakukan video call dengan pacarnya, yang saat itu sedikit membuka vital,” ungkap Iwan.

Baca Juga :  Yedi Rahmat Bacakan Maklumat Tindak Pidana Kasus Kekerasan Seksual Kepada ASN

Pelaku kemudian menegur dan memaksa korban, dengan mengatakan bahwa “Lebih baik berbuat dengan bapak sendiri daripada dengan orang lain,” sehingga korban merasa takut dan akhirnya kejadian yang tak diinginkan pun terjadi.

Lebih lanjut, Iwan menyampaikan bahwa pelaku mengancam akan melaporkan korban kepada ibunya dan akan membunuhnya jika melapor. Tak mampu menahan ketakutan, korban akhirnya mengalami perlakuan keji tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (Red/Dwi)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Jelang Nataru, Pj Gubernur Banten Al Muktabar Dampingi Menko PMK Tinjau Pelabuhan Merak

Daerah

Pemprov Banten Optimalkan e-Katalog Untuk Penggunaan Produk Lokal

Daerah

A Damenta Hadiri Musrembangnas RPJMN 2025-2029

Daerah

Penampang Air di Kabupaten Serang Jebol, 124 Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam

Daerah

Penyakit ISPA di Kecamatan Kasemen Capai 663 Kasus, Didominasi Anak-Anak

Daerah

DPUPR Banten Lakukan Penanganan di 6 Ruas Jalan untuk Menunjang Arus Mudik dan Libur Lebaran

Daerah

Guna Kurangi Angka Kemiskinan, Yedi Rahmat Akan Buka Keran Bagi Investor di Kota Serang

Daerah

Kota Serang Duduki Peringkat Keempat Angka Pengangguran Terbuka Se Provinsi Banten