BagusNews.Co – Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang digagas untuk memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Pandeglang belum berjalan secara optimal. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan lahan untuk pengembangan unit usaha yang telah direncanakan. Kondisi ini menyebabkan proses pembangunan koperasi berjalan lambat dan belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pandeglang Bun Bun Buntaran mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mencari solusi alternatif.
“Saat ini, kami sedang melakukan pendataan aset tanah yang dapat digunakan untuk pembangunan gedung dan gerai Kopdes Merah Putih. Diharapkan setiap desa dan kelurahan memiliki aset tanah yang bisa dimanfaatkan, baik tanah kas desa, tanah bengkok, maupun tanah pemerintah,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 17 November 2025.
“Ini sedang kami evaluasi untuk menentukan desa mana yang siap melaksanakan pembangunan gedung yang diinisiasi oleh BUMN PT Agrinas,” lanjutnya.
Menurut Bun Bun, saat ini Kopdes Merah Putih di Kabupaten Pandeglang baru berjalan dalam skala kecil, seperti di sektor sembako. Gerai yang ada belum memenuhi standar yang disyaratkan. Namun, berkat dukungan program dari Kementerian Koperasi, Kementerian Pekerjaan Umum, dan TNI, perkembangan tetap berjalan secara bertahap.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan gedung atau gerai Kopdes Merah Putih membutuhkan lahan minimal seluas 800 hingga 1.000 meter persegi. Gedung tersebut terdiri dari beberapa bangunan yang memuat warung sembako, kantor, unit simpan pinjam, gudang, serta ruang untuk kendaraan operasional yang akan digunakan mengangkut barang dari desa.
“Anggaran pembangunan gedung gerai Kopdes Merah Putih sekitar 3 miliar rupiah, bersumber dari dana Himbara ke PT Agrinas. Dana tersebut terbagi menjadi 2,5 miliar untuk pembangunan dan 500 juta untuk operasional,” jelas Bun Bun.
“Kami masih menunggu petunjuk teknis resmi. Saat ini, baru dapat informasi awal dari beberapa narasumber,” tutupnya. (Red/Difeni)







