BagusNews.Co — Puluhan siswa SDN Kutakarang 3, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang terpaksa belajar di ruang dapur dan perpustakaan setelah dua ruang kelas ambruk akibat pergerakan tanah labil.
Kondisi darurat ini berlangsung sejak awal Februari 2026. Meski ruang sempit dan tak layak, proses belajar tetap jalan dengan segala keterbatasan.
Salah satu Guru SDN Kutakarang 3, Ade mengisahkan, dua ruang kelas itu sempat direnovasi, tapi roboh lagi karena tanah rawan longsor. “Sudah dipindah sejak Februari. Siswa belajar di perpustakaan dan dapur. Tanah labil di sini bikin bangunan bergeser meski kuat,” ujarnya saat dihubungi, Senin, 6 April 2026.
Ruang kelas yang runtuh ditempati siswa kelas 3 (10 orang) dan kelas 4 (16 orang), total 26 siswa terdampak. Kini, mereka berdesakan dan belajar tak nyaman. “Kasihan mereka, sempit banget,” keluh Ade.
Tak hanya itu, retakan sudah merayap ke bangunan lain. Jika dibiarkan, kerusakan bisa meluas. “Semua gedung di sini retak. Bisa pengaruh dua bangunan lagi,” tambahnya.
Pihak sekolah mendesak pemerintah bangun ulang kelas layak agar belajar normal kembali. “Harapannya, dua kelas segera dibangun lagi,” harap Ade.
Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menjanjikan tindak lanjut cepat.”Ini PR besar kami. Saya sampaikan ke Dinas Pendidikan untuk renovasi minimal, agar tak ganggu belajar,” tegasnya.
Ia akui, infrastruktur pendidikan Pandeglang masih morat-marit. Dari 1.000 sekolah, sekitar 30 persen rusak ringan hingga berat. “Kerusakan signifikan. Ini tantangan bersama,” ungkapnya.
Pemda terus koordinasi dengan pusat lewat program revitalisasi pendidikan. “Kami kejar percepatan pembangunan. Ini investasi untuk generasi unggul,” tutup Iing. (Red/Difeni)







