BagusNews.Co – Walikota Serang, Budi Rustandi, menghadiri rapat paripurna terkait laporan Tim Pansus Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tentang rancangan rekomendasi LKPJ Walikota Tahun Anggaran 2025, di gedung DPRD Kota Serang, Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, DPRD menyampaikan catatan rekomendasi kepada Walikota Serang, salah satunya terkait pemotongan anggaran perjalanan dinas.
Budi Rustandi menyatakan bahwa seluruh catatan dan rekomendasi yang disampaikan oleh legislatif akan dijalankan sepenuhnya oleh pemerintah daerah, meskipun pelaksanaannya dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku pada tahun 2026 ini.
Menurutnya, keberadaan DPRD merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem penyelenggaraan pemerintahan yang memiliki fungsi pengawasan sesuai dengan tugas dan wewenang yang dimiliki.
Oleh karena itu, berbagai masukan yang diberikan akan menjadi acuan utama bagi pihak eksekutif dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan pembangunan.
”Kami akan melakukan rekomendasi yang direkomendasikan oleh DPRD. Salah satunya adalah lebih banyak pengelolaan belanja modal. Berarti salah satunya itu yang terbesar, karena banyaknya kan masalah infrastruktur dan lain-lain yang diinginkan masyarakat,” jelas Budi kepada wartawan.
Budi menegaskan, pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama dalam memajukan Kota Serang, sehingga diperlukan komitmen yang sama dari seluruh pihak, baik dari eksekutif maupun legislatif, untuk mewujudkannya.
Ia juga mengajak segenap anggota DPRD untuk turut berperan aktif dalam memaksimalkan alokasi anggaran, serta menghindari sikap mempertahankan usulan anggaran masing-masing tanpa mempertimbangkan kepentingan umum saat proses pembahasan berlangsung.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Budi menekankan perlunya dilakukan langkah efisiensi secara bersama-sama, khususnya pada pos-pos pengeluaran yang dinilai dapat dipangkas tanpa mengganggu jalannya tugas pemerintahan.
Salah satu yang menjadi sasaran utama adalah anggaran untuk keperluan perjalanan dinas. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan arahan tegas kepada seluruh kepala OPD dan instansi pemerintah untuk melakukan penghematan, dan berharap hal yang sama juga dilakukan oleh DPRD.
”Kita sama-sama efisiensi terkait perjalanan dinas. Kita sudah mepetin kepala dinas, jangan sampai nanti DPRD tidak melakukan efisiensi perjalanan dinas. Jadi kita sama-sama legowo, anggaran-anggaran yang banyak memakan perjalanan dinas, ya dikurangin sama-sama,” ujarnya.
Ditanya mengenai besaran anggaran yang akan dipangkas, Budi menjelaskan bahwa pengaturannya akan disesuaikan dengan arahan dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Sebagai gambaran, berbagai pos pengeluaran terkait perjalanan dinas, konsumsi bahan bakar kendaraan, hingga kegiatan kunjungan kerja (kunker) akan ditinjau ulang dan dikurangi jumlahnya.
”Misalkan dia mengajukan SPPD, BBM, kunker dikurangi semua. Biasa kunker 10, harus dikurangi 5. Jangan kita tuntaskan untuk belanja modal. Jangan mereka merekomendasikan malah mereka bertahan, gak boleh begitu,” tegas Budi.
Budi menyampaikan keyakinan penuh bahwa seluruh anggota DPRD Kota Serang akan mendukung langkah yang diambil dan bersedia melakukan penyesuaian anggaran sebagaimana yang diharapkan.
Ia menilai usulan untuk memfokuskan anggaran pada pembangunan merupakan kesepakatan bersama, sehingga pihak legislatif tentu akan mendukung penuh program-program unggulan yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Serang di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Walikota, Nur Agis Aulia.
”Insya Allah dewan juga akan membantu saya dan akan legowo juga. Anggaran kunker nya juga akan mereka kurangi, karena dewan yang merekomendasikan kepada saya untuk fokus belajar modal. Saya yakin dewan Kota Serang pro terhadap program pemerintahan Budi dan Agis,” tutup Budi. (Red/ Roy)







