BagusNews.Co – Pemprov Banten mengklaim untuk harga pokok sektor pertanian masih terjaga dengan baik, hal itu salah satunya terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) di bulan September 2024 ini yang secara akumulatif masih bagus sebesar 109,29.
Itu juga menjadi jawaban atas kondisi di tengah bayang-bayang deflasi terhadap 20 komoditas pangan pokok yang melanda sebagian besar daerah di Indonesia.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, besaran NTP itu yang paling tinggi disumbang oleh sub sektor tanaman pangan sebesar 113,87 dan sub sektor perkebunan sebesar 108,16. Namun iika melihat NTP gabunga bulan September ini, itu lebih besar dibandingkan dengan NTP di bulan Agustus kemarin.
“Bulan Agustus kemarin NTP kita sebesar 108,88, sedangkan di bulan November ini meningkat menjadi 109,29. Sejak awal tahun 2024 sampai saat ini, NTP Provinsi Banten terus konsisten berada dibatas 100. Itu artinya, daya saing dan kesejahteraan petani di Provinsi Banten relatif cukup bagus,” ungkap Agus M Tauchid, Kamis 10 Oktober 2024.
Diakui Agus, meskipun deflasi terjadi lima bulan beruntun, tapi berdasarkan analisa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati justru sektor pertanian tidak khawatir dengan kondisi itu. Dia menilai deflasi pada periode tersebut masih menunjukan kinerja yang positif karena harga pangan menurun.
“Jadi perkembangan ini justru menjadi hal yang positif. Apalagi, sudah terjadi peningkatan inflasi yang dipengaruhi kenaikan harga pangan pada periode sebelumnya. Sementara saat ini terjadi penurunan harga pangan hingga mengalami deflasi,” ucap Agus.
Oleh karena itu, kata Agus, penurunan harga pangan sangat menentukan daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok menengah bawah yang memiliki pengeluaran paling besar di makanan.
Pj Gubernur Banten Al Muktabar menambahkan, dalam kondisi saat ini, komoditi yang harus dikendalikan secara sungguh-sungguh adalah komoditi bergejolak seperti beras dan lainnya. Khusus ayam ras dan telur, justru diupayakan terjadi keseimbangan karena di bawah harga eceran tertinggi (HET).
“Kalau terlalu dalam, bisa merugikan para petani. Sehingga kita harus melakukan keseimbangan,” jelasnya.
Meski demikian, lanjutnya, secara umum inflasi kita terkendali, baik. Karena merupakan rentang ideal antara penetapan bank sentral (Bank Indonesia, red) yaitu 2,5 plus minus 1. “Semuanya terus kita pantau,” pungkasnya. (Red/Dede)







