Home / Daerah / Hukum / Hukum dan Kriminal / Pendidikan

Rabu, 20 November 2024 - 07:19 WIB

Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Komnas Soroti Provinsi Banten

Komisioner Komnas Perempuan Bahrul Fuad saat diwawancarai wartawan  di salah satu kafe di Kota Serang pada Selasa, 19 November 2024. Dwi MY-BNC

Komisioner Komnas Perempuan Bahrul Fuad saat diwawancarai wartawan di salah satu kafe di Kota Serang pada Selasa, 19 November 2024. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Komnas Perempuan setiap tahunnya mengadakan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Untuk tahun ini, kampanye tersebut akan diadakan mulai 25 November hingga 10 Desember 2024.

“Kami untuk tahun ini menyelenggarakan di beberapa daerah, termasuk Provinsi Banten dan Palu,” ujar Komisioner Komnas Perempuan Bahrul Fuad kepada wartawan di salah satu kafe di Kota Serang pada Selasa, 19 November 2024.

Bahrul menekankan bahwa Provinsi Banten menempati urutan ketujuh dalam catatan tahunan Komnas Perempuan tahun 2023 mengenai kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

“Ini tentu hal yang sangat memprihatinkan karena Banten yang lokasinya dekat dengan Jakarta ini masih tinggi angka kekerasan terhadap perempuan,” kata pria yang akrab disapa Cak Fu ini.

Dengan kehadiran Komnas Perempuan di Banten, Cak Fu berharap, dapat mendorong pemerintah provinsi untuk memberikan perhatian yang lebih serius terhadap isu kekerasan terhadap perempuan.

Baca Juga :  Usai Ziarah, Seorang Wanita di Kabupaten Serang Nyaris Jadi Korban Percobaan Rudapaksa

Selama empat hari ke depan, Bahrul menjelaskan, akan melakukan serangkaian kegiatan di Provinsi Banten, termasuk konsolidasi dengan organisasi masyarakat sipil untuk mendukung kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

Selain itu, lanjutnya, Komnas Perempuan juga akan bertemu dengan pimpinan DPRD Provinsi Banten dan Penjabat Gubernur Banten.

“Kami berencana untuk mendialogkan situasi kekerasan terhadap perempuan di Provinsi Banten agar para pengambil kebijakan memberikan perhatian yang serius terkait dengan hal ini mulai dari pencegahan penanganan hingga pemulihan korban kekerasan terhadap perempuan,” jelasnya.

Bahrul juga menyoroti budaya patriarki yang masih mengakar dalam masyarakat, termasuk di Provinsi Banten.

“Banyak perempuan yang menjadi korban kekerasan tidak menyadari bahwa yang mereka alami adalah bentuk kekerasan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Komnas Perempuan Berharap Satgas PPKS UIN SMH Banten Lebih Aktif

Hal ini diperparah dengan kesulitan para korban dalam mengakses layanan pengaduan. Menurut survei Komnas Perempuan, sekitar 90 persen perempuan yang menjadi korban kekerasan tidak menyimpan nomor pengaduan, yang menunjukkan betapa sulitnya mereka melaporkan kasus yang dialami.

Di samping itu, Bahrul mengungkapkan bahwa faktor ekonomi turut berkontribusi terhadap tingginya angka kekerasan terhadap perempuan.

“Perempuan sebagai kelompok yang termarjinalkan dan mengalami diskriminasi tidak memiliki akses ekonomi yang cukup sehingga mereka rentan mengalami kekerasan,” pungkasnya.

Dengan upaya tersebut, Komnas Perempuan berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi perempuan di Banten serta mendorong pemerintah untuk mengambil langkah nyata dalam mengatasi masalah kekerasan terhadap perempuan. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Jelang Pilkada Serentak 2024, Al Muktabar Lantik 47 Pejabat di Pemprov Banten

Daerah

Pemkot Serang Gelar Pasar Murah Bersubsidi, Penuhi Kebutuhan Warga hingga Idul Fitri 1447 H

Daerah

Hadiri Wisuda Unma, Wakil Bupati Pandeglang Serukan Kolaborasi Membangun Pandeglang

Daerah

Libur Panjang Nataru, Dinkes Pandeglang Kerahkan 650 Tenaga Kesehatan

Daerah

Kepala Sekolah Dasar di Cilegon Ikuti Pelatihan Pembelajaran Kecerdasan Artifisial

Daerah

Selama Tahun 2025, Perumdam Tirta Berkah Pandeglang Pasang Jaringan Air Bersih 36,9 KM

Daerah

Dinas Ketahanan Pangan Banten dan PT ABM Kolaborasi Pengelolaan Ayam Frozen

Daerah

Gelar Pekan Kebudayaan Daerah Banten, Tabrani : Banten Kaya Akan Seni dan Budaya