BagusNews.Co – Hanya dalam kurun waktu 1 jam, gas Elpiji 3 Kg bersubsidi di pangkalan Kazola Sembako yang berlokasi di Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang habis diserbu warga.
Sebagai informasi, kelangkaan gas Elpiji 3 Kg bersubsidi tersebut lantaran pemerintah pusat ingin menghapus penjual eceran dan memusatkan pembelian pada pangkalan resmi.
Pemilik pangkalan Kazola Sembako Edi Darussalam mengatakan, warga sudah memadati pangkalannya sejak pagi tadi dan hanya diberikan Kouta 70 tabung.
“Kita tu ditungguin sama warga tuh dari jam 7 pagi tadi dan kita sehari 70 (tabung),” ungkap Edi, Senin, 3 Februari 2024.
Selanjutnya Edi menuturkan, ketika warga ingin membeli gas Elpiji dioangkalan harus disertai dengan KTP sedangkan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan Nomer Induk Berusaha (NIB).
“Yang beli itu harus bawa data ya misal KTP, nah kalo UMKM kaya tukang gorengan atau tukang baso harus bawa NIB,” kata Edi.
Masih kata Edi, jika warga (rumah tangga) hanya diperbolehkan membeli 4 tabung gas dan UMKM 14 tabung gas dalam kurun waktu satu bulan dengan harga Rp. 19.000/tabung sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“UMKM itu sebulan 14 tabung, kalo rumah tangga itu sebulan 4 dan harganya Rp. 19.000 sesuai HET,” pungkasnya.
Sementara itu, Kodrat salah satu pembeli menuturkan, jika kelangkaan gas Elpiji bersubsidi ini sudah sejak hari Minggu.
“Sejak dari hari Minggu kemarin,” tegasnya. (Red/Lathif)







