Home / Daerah

Kamis, 13 Maret 2025 - 12:25 WIB

Anggaran Dipakai PSU Pilkada Kabupaten Serang, Penanganan Bencana Alam Tunggu Bantuan Pusat

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat diwawancarai wartawan l Dok Dwi MY-BNC

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat diwawancarai wartawan l Dok Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir telah menyebabkan sejumlah bencana di Kabupaten Serang, seperti angin puting beliung, banjir, dan longsor.

Kejadian-kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan yang signifikan, termasuk akses jalan yang terputus akibat longsor, salah satunya di wilayah Padarincang, serta kerusakan parah pada rumah warga.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mengaku telah mengajukan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menangani situasi darurat ini.

Permohonan bantuan ini terpaksa dilakukan karena dana Belanja Tidak Terduga (BTT) milik Pemkab Serang telah terserap sebagian besar untuk membiayai Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengungkapkan bahwa Pemkab Serang akan segera menetapkan situasi darurat melalui surat resmi bupati.

“Tadi laporan BPBD sama PU (Dinas PUPR) di beberapa titik ada lima titik kita baru bisa menangani dua atau tiga, salah satunya di lokasi longsor,” ujar Tatu kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Serang pada Rabu, 12 Maret 2025.

Baca Juga :  Ratusan Pengusaha Tambak Ikan Korban Banjir Rob Minta Bantuan Pemkab Serang

Tatu menekankan bahwa salah satu lokasi yang paling parah terkena dampak adalah wilayah longsor di Padarincang.

“Tadi, Bapak Asda 1 yang menjadi Plt BPBD melaporkan bahwa sudah berkomunikasi dengan BNPB. Dan kita akan menetapkan dengan surat bupati situasi yang darurat,” sambungnya.

Tatu berharap bahwa dengan penetapan kondisi darurat, BNPB dapat memberikan bantuan yang diperlukan, mengingat adanya keterbatasan anggaran dari Pemda.

“Dana BTT yang biasanya digunakan untuk menangani bencana saat ini hanya tersisa sedikit bahkan nyaris habis,” katanya.

Tatu menjelaskan bahwa komunikasi dengan BNPB dan penetapan status darurat diharapkan dapat mempercepat bantuan dari pusat kepada Kabupaten Serang.

Baca Juga :  Andra Soni Sebut Keramahan dan Kesan Baik Jadi Kunci Utama Memajukan Wisata

Selain itu, Tatu juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ia menjelaskan bahwa longsor di Padarincang sebenarnya dapat dihindari jika ada kesadaran akan pentingnya hutan.

“Sebetulnya beberapa tahun yang lalu, di Padarincang itu ketika bencana longsor saya kesana juga, ada bongkahan akar yang terbawa ke dalam rumah. Ini berarti di hulunya ada penebangan pohon, mungkin di sana sudah tidak bisa menahan tanah. Tanpa ada pohon, jadi longsornya juga parah,” ucap Tatu.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan karena ketika hutan tidak dijaga, dampaknya seperti ini kan ke masyarakat sendiri.

“Masyarakat yang terdekat di sana merasakan, sementara yang tidak tinggal di sana tidak langsung merasakan. Jadi masyarakat di sekitar yang ada pohon dijaga, jangan ditebangi,” pungkasnya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Yedi Rahmat Minta DPMPTSP Sosialisasikan Mal Pelayanan Publik Kota Serang

Daerah

Pemprov Banten Tindaklanjuti Aspirasi Serikat Buruh Sesuai Kewenangan

Daerah

Gelar Reses, Taufik Arahman Sosialisasikan Program Unggulan Andra-Dimyati

Daerah

RUPS Tahunan Bank Banten, Sekda Deden : Harus Jadi Instrumen Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Daerah

Tingginya Capaian Program IDL, Bupati Serang Raih Penghargaan Dari Kemenkes

Daerah

Rawan Ambruk di Musim Penghujan, Pj Walikota Serang Tinjau Sekolah Rusak

Daerah

Yedi Rahmat Masih Kukuh, Mobil Dinas Mantan Walikota Syafrudin Harus Dikembalikan

Daerah

Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang di Jalan Raya Ciater Tangsel