BagusNews.Co – Pemilik toko di Royal Baroe, Kota Serang, meminta jalur kendaraan yang masuk ke kawasan tersebut dibuka selama 24 jam non stop, kecuali akhir pekan.
Permintaan ini terungkap dalam rapat rencana perubahan fasad kawasan Royal Baroe, di Aula Setda Lt 1 Puspemkot Serang, Selasa, 27 Januari 2026.
Salah seorang pemilik toko kelontong di Royal Baroe, Dian menyampaikan permintaan jam buka tutup kendaraan yang masuk kawasan Royal Baroe dibuka selama 24 jam, dari Senin hingga Jumat.
Menurutnya, sejak Pemerintah Kota Serang memberlakukan jam buka tutup kendaraan setiap hari sejak pukul 16.00-22.00 WIB telah mempengaruhi kunjungan pelanggan menjadi berkurang, sehingga berdampak pada omset.
”Harapannya kalau bisa mereka ngikutin Braga, ya ikutin Braga persis. Senin sampe Jumat buka jalan, Sabtu dan Minggu tutup. Jangan full Senin sampai Sabtu, sampai Minggu tutup,” ujar Dian, ditemui usai rapat.
Ia menjelaskan, sejak diberlakukan jam buka tutup kendaraan jalan warga yang hendak belanja di Royal Baroe harus parkir kendaraannya di Tamansari.
Sehingga pengunjung yang datang harus berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh menuju Royal Baroe.
”Sekarang orang beli kos kaki 10 ribu perak. Tadinya cuma taruh motor, nggak bayar parkir, beli kos kaki pulang. Ini harus berhenti dulu di Tamansari. Bayar 2 ribu, jalan. Habis beli, jalan lagi,” jelas dia.
Menurut Dian, fasad di kawasan Royal Baroe adalah fasad perdagangan bukan wisata kuliner. Dengan perubahan fasad itu bisa berdampak terhadap pendapatan sehari-harinya.
”Kan fasadnya memang fasad perdagangan, jangan tau-tau dirubah jadi kuliner seperti itu. Itu kan juga gak masuk akal gitu lho,” tuturnya.
”Karena memang dampaknya mereka datang tuh yang dari luar, apapun datang hanya untuk lihat. Hanya, tadi Pak Wahyu juga bilang, hanya untuk lihat. Belanja kan belum tentu,” tambah Dian.
Ia mengaku keberadaan Royal Baroe tidak memberikan efek terhadap pertumbuhan perekonomian pemilik toko di kawasan Royal Baroe, yang terjadi justru sebaliknya.
”Zonk gara-gara Royal Baroe. Tapi kan tidak sampai tidak penglaris. Itu loh maksud saya. 50 tahun, Royal 2 bulan, nggak penglaris, nggak logis,” keluh Dian. (Red/ Roy)







