Home / Daerah

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:00 WIB

Pemilik Toko Minta Jalan di Kawasan Royal Baroe Dibuka Selama 24 Jam

Para pengunjung mulai memadati kawasan Royal Baroe, Kota Serang, setelah jam buka tutup kendaraan diberlakukan I Dok. Roy-BNC

Para pengunjung mulai memadati kawasan Royal Baroe, Kota Serang, setelah jam buka tutup kendaraan diberlakukan I Dok. Roy-BNC

BagusNews.Co – Pemilik toko di Royal Baroe, Kota Serang, meminta jalur kendaraan yang masuk ke kawasan tersebut dibuka selama 24 jam non stop, kecuali akhir pekan.

‎Permintaan ini terungkap dalam rapat rencana perubahan fasad kawasan Royal Baroe, di Aula Setda Lt 1 Puspemkot Serang, Selasa, 27 Januari 2026.

‎Salah seorang pemilik toko kelontong di Royal Baroe, Dian menyampaikan permintaan jam buka tutup kendaraan yang masuk kawasan Royal Baroe dibuka selama 24 jam, dari Senin hingga Jumat.

‎Menurutnya, sejak Pemerintah Kota Serang memberlakukan jam buka tutup kendaraan setiap hari sejak pukul 16.00-22.00 WIB telah mempengaruhi kunjungan pelanggan menjadi berkurang, sehingga berdampak pada omset.

‎”Harapannya kalau bisa mereka ngikutin Braga, ya ikutin Braga persis. Senin sampe Jumat buka jalan, Sabtu dan Minggu tutup. Jangan full Senin sampai Sabtu, sampai Minggu tutup,” ujar Dian, ditemui usai rapat.

‎Ia menjelaskan, sejak diberlakukan jam buka tutup kendaraan jalan warga yang hendak belanja di Royal Baroe harus parkir kendaraannya di Tamansari.

Sehingga pengunjung yang datang harus berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh menuju Royal Baroe.

‎”Sekarang orang beli kos kaki 10 ribu perak. Tadinya cuma taruh motor, nggak bayar parkir, beli kos kaki pulang. Ini harus berhenti dulu di Tamansari. Bayar 2 ribu, jalan. Habis beli, jalan lagi,” jelas dia.

‎Menurut Dian, fasad di kawasan Royal Baroe adalah fasad perdagangan bukan wisata kuliner. Dengan perubahan fasad itu bisa berdampak terhadap pendapatan sehari-harinya.

‎”Kan fasadnya memang fasad perdagangan, jangan tau-tau dirubah jadi kuliner seperti itu. Itu kan juga gak masuk akal gitu lho,” tuturnya.

‎”Karena memang dampaknya mereka datang tuh yang dari luar, apapun datang hanya untuk lihat. Hanya, tadi Pak Wahyu juga bilang, hanya untuk lihat. Belanja kan belum tentu,” tambah Dian.

‎Ia mengaku keberadaan Royal Baroe tidak memberikan efek terhadap pertumbuhan perekonomian pemilik toko di kawasan Royal Baroe, yang terjadi justru sebaliknya.

‎”Zonk gara-gara Royal Baroe. Tapi kan tidak sampai tidak penglaris. Itu loh maksud saya. 50 tahun, Royal 2 bulan, nggak penglaris, nggak logis,” keluh Dian. (Red/ Roy)

Share :

Baca Juga

Daerah

Siang Ini Al Muktabar Akan Lantik Pj Sekda Provinsi Banten

Daerah

Pemeliharaan Jalan dan Jembatan di Pandeglang Tahun 2021 dan 2022 Dilaksanakan Sesuai Prosedur

Daerah

Tinjau Tahura Carita, Gubernur Banten Andra Soni: Bisa Dukung Perekonomian Masyarakat

Daerah

Wali Kota Cilegon Robinsar Sampaikan Raperda BPRS CM dan LKPJ 2024

Daerah

Pemprov Banten Akan Tindak Pedagang yang Menjual Makanan dan Minuman Kemasan Kadaluwarsa

Daerah

Taman Sari Akan Dijadikan Ruang Publik, Pemkot Serang Tertibkan Para Pedagang

Daerah

Mahasiswa Gelar Aksi Kenaikan BBM di Depan DPRD Provinsi Banten

Daerah

Mahasiswa Demo di Depan Puspemkot Serang, Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Budi-Agis