BagusNews.Co – Kodim 0601/Pandeglang gencar membangun empat jembatan gantung Perintis Garuda di wilayah selatan Pandeglang. Proyek infrastruktur nasional ini menyasar dua kecamatan, yakni Cibaliung (Sungai Cisuaken dan Sungai Cibaliung) serta Cibitung (Sungai Cikasap Hilir dan Hulu), untuk membuka akses transportasi bagi masyarakat pedalaman yang selama ini terisolasi.
Dandim 0601/Pandeglang, Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, mengungkapkan hingga pertengahan April 2026, semua titik pembangunan telah memasuki tahap fondasi dan pembesian secara intensif. Progres di Sungai Cisuaken dan Sungai Cibaliung bahkan menyentuh 37-38 persen.
“Tim lapangan kini fokus betonisasi fondasi agar struktur jembatan kokoh menahan beban motor dan pejalan kala,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.
Kondisi geografis ekstrem di Cibaliung dan Cibitung memaksa pemilihan model jembatan gantung sepanjang 50-75 meter. Sebelumnya, warga hanya bergantung pada jembatan bambu rapuh atau menyeberang sungai secara manual. Jembatan baru ini akan menghubungkan ratusan kepala keluarga (KK) ke fasilitas kesehatan dan pasar. Di Desa Sindangkerta, misalnya, sekitar 650 KK di Kampung Karang Putih bakal terdongkrak interaksi ekonominya.
Ritonga menargetkan struktur utama rampung sebelum puncak musim hujan, menghindari risiko banjir.
“Ini program langsung Presiden melalui Jembatan Merah Putih atau Garuda, untuk konektivitas desa terpencil,” tegasnya. Ia berharap jembatan ini memudahkan anak sekolah melintas aman, tanpa rasa was-was.(Red/Difeni)







