BagusNews.Co – Holik, warga Kampung Ciwangun, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, meninggal dunia setelah mengalami luka akibat dibacok tetangganya. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 24 Mei 2026, dan diduga kuat dipicu oleh dendam yang sudah berlangsung lama antara pelaku dan korban.
Informasi yang dihimpun, sebelum peristiwa penusukan terjadi, korban dan pelaku diketahui terlibat konflik yang sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Selain itu, sempat terjadi insiden di mana korban memepet sepeda motor pelaku, yang diduga sebagai pemicu utama ketegangan antara keduanya. Konflik yang berlarut-larut ini akhirnya berujung dengan tragedi berdarah yang menewaskan korban.
Korban mengalami luka serius, yakni luka bacok di bagian bahu kanan, punggung, jari telunjuk, serta memar pada bagian wajah. Luka-luka tersebut menyebabkan korban kehilangan banyak darah dan akhirnya meninggal dunia meskipun sempat dibawa ke puskesmas oleh warga sekitar. Namun, nyawa korban tidak tertolong karena luka yang cukup parah dan kehabisan darah.
Kapolsek Cibaliung AKP Asep Jamal membenarkan adanya kejadian pembacokan tersebut. Ia mengungkapkan, saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Pandeglang. “Kalau kronologisnya, saya kurang begitu mengetahui, karena penanganan langsung dari Satreskrim. Tugas kami hanya cek TKP, mengevakuasi korban, dan membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Kasusnya sudah ditangani oleh pihak berwajib,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.
Asep menambahkan, setelah melakukan aksi penusukan, pelaku sempat melarikan diri ke arah yang tidak diketahui. “Terduga pelaku masih orang setempat, tetangga korban. Sebab akibat kejadian ini, kita belum mengetahui secara pasti karena penanganan masih di tingkat TKP. Korban sudah dibawa ke RSUD Berkah untuk dilakukan autopsi,” katanya.
Hingga saat ini, polisi telah mengamankan seluruh pelaku dan sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait motif dan kronologi kejadian. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian dan masyarakat setempat, mengingat konflik yang telah berlangsung lama akhirnya berujung tragedi kematian. (Red/Guntur)







