Home / Daerah / Politik

Kamis, 26 Oktober 2023 - 22:35 WIB

Terbukti Tidak Netral, Dua ASN Pemkot Serang Terancam Sanksi Berat

BagusNews.Co – Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kota Serang telah menyerahkan rekomendasi terkait pelanggaran yang dilakukan oleh dua oknum guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Serang.

Koordinator Divisi (Koordiv) Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Bawaslu Kota Serang, Fierly Murdlyat Mabruri mengatakan, saat ini Bawaslu Kota Serang tinggal menunggu surat pemberitahuan dari Komisi ASN sebagai lembaga yang mempunyai kewenangan untuk memberikan sanksi terhadap ASN tersebut.

“Sudah kami serahkan ke KASN, tinggal nanti KASN ke Walikota bentuk sanksinya seperti apa dan bagaimana nantinya,” kata Fierly, kepada wartawan, Kamis 26 Oktober 2023.

Fierly juga mengungkapkan, pelanggaran yang dilakukan oleh kedua ASN guru tersebut, ada keterlibatan dengan salah satu partai politik melalui pengumpulan para orang tua murid dengan memberikan paket sembako.

Baca Juga :  Bangli di Sungai Cibanten dan Kali Mati Kroya Akan Dibongkar Pekan Ini

“Ada 78 orang yang di kumpulkan. Dan di dalam isi paket sembako itu berisi foto calon legislatif, nomor urut, dan logo partainya. Jadi, masalahnya bukan dari program Indonesia pintar (PIP), tapi penyelanggaraannya yang ada di gedung pemerintahan dan dilalukan oleh guru,” ungkapnya.

Fierly menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, terdapat empat jenis pelanggaran, yaitu administratif, pidana, etik, dan pelanggaran peraturan perundang-undangan dan lainya.

“Yang netralitas ASN, TNI/Polri itu masuknya pelanggaran peraturan perundang-undangan lainnya. Maka, bawaslu hanya bisa memberikan rekomendasi yang isinya tentang pelanggaran dan jatuhnya sanksi dan bersifat rekomendasi,” bebernya.

Akan tetapi, lanjut Fierly, Bawaslu tidak dapat menentukan dan memutuskan perihal sanksi yang akan dijatuhkan kepada kedua oknum guru yang berstatus ASN tersebut. Sebab, untuk segala bentuk pelanggaran yang berhak memutuskan sanksi itu adalah KASN.

Baca Juga :  Pj Kepala Daerah Ingin ikut Pilkada, Yedi Ramhat : Harus Mundur Dari Jabatannya Terlebih Dahulu

“Itu nantinya akan diteruskan kepada Walikota, untuk memberikan sanksi yang akan dijatuhkan oleh KASN,” tuturnya.

Fierly mengatakan, bahwa berdasarkan pendalaman dan hasil penelusuran serta informasi yang dilakukan oleh Bawaslu Kota Serang, kedua ASN telah terbukti melakukan pelanggaran dengan turut serta mengkampanyekan salah satu peserta pemilu.

“Atas bukti dan pelanggaran tersebut, tentunya akan disesuaikan dengan sanksi yang diterima. Seperti pada peraturan pemerintah (PP) nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS, yang mengatur kewajiban, larangan, dan hukuman disiplin,” katanya.

“Lalu, di peraturan menteri pendayagunaan reformasi birokrasi (Menpan RB) juga ada klasifikasi sanksinya. Kalau kami hanya sebatas memberikan rekomendasi melalui kajian. Makanya, kami serahkan ke KASN untuk sanksinya,” tambah Fierly. (Red/Misbah)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkot Serang Kembangkan Ekosistem City Tour, Siapkan Paket Wisata Tematik ‎

Politik

Datang Bersamaan, Andra-Dimyati Lakukan Pemeriksaan Kesehatan di RSUD Banten

Daerah

Pemerintah Terus Berupaya Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat

Daerah

Tingkatkan Kesetaraan Pendidikan, DPR RI Perluas Program Indonesia Pintar ke Anak Usia Dini

Daerah

Bangun Laboratorium Perikanan di Kecamatan Tirtayasa, UPI dan Pemkab Serang Sepakat Kerja Sama

Daerah

Drama Lebaran di Pantai: Anak Hilang karena Orang Tua Sibuk Ngonten 

Politik

Otak-Atik Menuju Pilgub Banten 2024, Ini Kata Pengamat

Daerah

Bawaslu Banten Gelar Konsolidasi Jelang Masa Tenang Pemilu 2024