BagusNews.Co – Dalam rangka mengantisipasi musim kemarau yang dapat berdampak pada sektor pertanian, Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mengoptimalkan program irigasi perpompaan (irpom) dan pompanisasi untuk membantu para petani untuk tetap melakukan aktivitas taninya.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan program irigasi perpompaan merupakan salah satu langkah yang dilakukan pemerintah sebagai mitigasi risiko sektor pangan ketika memasuki musim kemarau.
“Irpom ini salah satu langkah mitigasi risiko sektor pangan, dimana irpom ini menggunakan air permukaan (sungai) yang di pompa dan di alirkan ke pesawahan maupun irigasi yang ada,” ungkap Agus M Tauchid usai melakukan monitoring pembangunan rumah pompa di kelompok tani Cakung Mandiri, Desa Bolang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Jumat 28 Juni 2024.
Selanjutnya, Agus menyampaikan untuk bantuan pemerintah irigasi perpompaan TA 2024 di Provinsi Banten terdapat 338 unit yang tersebar di kabupaten/Kota. Diantaranya Kabupaten Lebak 155 unit, Kabupaten Pandeglang 85 unit, Kabupaten Serang 55 unit, Kabupaten Tangerang 28 unit dan Kota Serang 15 unit.
“Proses penerima bantuan ini dimulai dari penentuan kelompok tani dari CPCL, yakni pertama wilayah yang memiliki sumber air permukaan atau tidak boleh dari irigasi. Kedua, sumber air tidak boleh kering dan sumber air mampu dipompa dengan pompa air 6 inch untuk mengairi 20 hektar sawah,” katanya.
“Irpom ini ditujukan untuk sawah tadah hujan, dan kita optimis dengan berjalannya program irpom dan pompanisasi ini mampu meningkatkan ketahanan pangan kita,” sambungnya.
Lebih lanjut, Agus menuturkan untuk sawah tadah hujan biasa hanya melakukan satu kali tanam dalam setahun. Sehingga diharapkan dengan adanya program irigasi perpompaan dan pompanisasi dapat meningkatkan indeks tanam menjadi 2-3 kali dalam setahun.
“Satu irpom ini mampu mengairi sekitar 20 hektar, berarti jika 338 irpom maka akan mampu menambah indeks tanam yang mencapai 6.760 hektar untuk sekali tanam. Belum lagi dengan bantuan pompanisasi yang mencapai 1.123 unit yang tersebar di kabupaten/kota,” imbuhnya.
Selain itu, Agus mengungkapkan untuk program irigasi perpompaan dan pompanisasi tersebut ditargetkan dapat terpasang pada akhir Juli 2024. Hal itu ditargetkan agar Provinsi Banten mampu mengatasi musim kemarau yang akan terjadi di bulan Agustus 2024.
“Sehingga pertanaman mulai bulan Agustus sampai Oktober bisa terselamatkan dari kekeringan dan bisa dipanen yang akan menghasilkan pangan beras tersedia,” jelasnya.
Sementara, Ketua Kelompok Tani Cakung Mandiri Desa Bolang, Aji mengungkapkan dengan dengan adanya irpom tersebut menjadi sebuah harapan bagi para petani untuk menambah jumlah tanam.
“Sangat terbantu, biasanya ini kita hanya satu tahun sekali tanam, tapi dengan adanya ini minimal kita bisa melakukan dua kali penanam,” ujarnya.
Selanjutnya, Aji mengatakan irpom tersebut nantinya akan mengari 25-35 hektar sawah. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil panen kedepannya.
“Untuk diaini untuk setiap panen itu bisa mencapai 5,5 ton perhektarnya, dan diharapkan dengan adanya irpom ini bisa meningkatkan hasil panen kedepannya,” pungkasnya.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Pasi Wanwil Sterrem 064/MY Mayor Inf Yayat Nurhidayat, Banit subdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus Polda Banten M Tri Sutriyanto, Plt Kabid Prasarana Distan Provinsi Bante Saiful Bahri dan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak.(Red/Dede)







