Home / Daerah

Jumat, 20 Desember 2024 - 07:00 WIB

Kecelakaan Lalu Lintas di Banten Meningkat, Polda Siapkan Blackspot Therapy

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Leganek Mawardi I Dok. Dwi MY-BNC

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Leganek Mawardi I Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Polda Banten mempublikasikan data terbaru sepanjang 2024 mengenai kecelakaan lalu lintas di wilayahnya.

Disampaikan oleh Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Leganek Mawardi, terdapat peningkatan signifikan pada angka kecelakaan lalu lintas pada 2024.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kecelakaan meningkat dari 1.643 insiden menjadi 1.936 insiden, atau setara dengan kenaikan sebesar 18 presen.

Namun, di balik peningkatan tersebut, angka fatalitas atau korban yang meninggal dunia mengalami penurunan.

Kombes Mawardi mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal dunia berkurang dari 727 orang pada 2023 menjadi 650 orang pada 2024.

“Pada 2024, jumlah kecelakaan di Banten meningkat 18 presen, dari 1.643 insiden pada 2023 menjadi 1.936 kejadian. Sementara itu, korban meninggal dunia mengalami penurunan sebesar 11 persen, dari 727 orang menjadi 650 orang,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Lebak Laporkan Aktivitas Galian Tanah Ilegal ke Polda Banten

Meskipun angka kematian menurun, jumlah korban luka berat dan luka ringan justru mengalami kenaikan.

Korban luka berat meningkat 29 persen dari 137 orang menjadi 177 orang, sementara luka ringan meningkat 32 persen dari 1.736 menjadi 2.283 orang.

Ia juga menjelaskan bahwa kecelakaan lebih banyak terjadi di jalur arteri dan jalan-jalan kecil dengan total 785 insiden.

Dari analisis yang dilakukan, kecelakaan paling sering terjadi akibat tabrak depan belakang, dengan jumlah kejadian mencapai 549.

Waktu kejadian yang paling rawan juga terindikasi pada sore hari, tepatnya menjelang maghrib, di mana terjadi sekitar 327 insiden antara pukul 15.00 hingga 18.00.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara, Polda Banten Bedah Rumah Anggota Polisi Tak Layak Huni

Ia menambahkan, korban kecelakaan umumnya berusia antara 15 hingga 19 tahun, yang sebagian besar adalah pelajar atau mahasiswa, dengan persentase mencapai 37 persen. Kendaraan roda dua menjadi penyebab dominan dalam kecelakaan tersebut.

“Wilayah Kabupaten Serang diidentifikasi sebagai lokasi dengan tingkat kecelakaan tertinggi di Provinsi Banten, diikuti oleh Kabupaten Tangerang, terutama di sekitar Cikupa,” ungkapnya.

Menyikapi situasi tersebut, Mawardi mengungkapkan rencana untuk mengoptimalkan program blackspot therapy pada 2025, khususnya di daerah rawan kecelakaan.

Program tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk kerja sama Polda Banten dengan Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, dan pihak terkait lainnya.

“Melalui program-program ini diharapkan bisa lebih optimal dalam menjalankan dan mengedukasi masyarakat di Banten untuk menurunkan angka kecelakaan,” pungkasnya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Ombudsman Ungkap Potensi Kecurangan PPDB Nonjalur

Daerah

Peduli Kesehatan, Gardu Ganjar Beri Layanan Pengobatan Gratis bagi Warga Pulau Tunda di Serang

Daerah

Penataan Permukiman Nelayan Harus Terintegrasi, Anggota DPRD Banten Pinan : Dorong Kesejahteraan dan Potensi Wisata

Daerah

Dinsos Kabupaten Serang Lakukan Pemutakhiran Data PMKS, Guna Optimalkan Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Kesejahteraan Sosial

Daerah

Kantongi 3 Medali Emas, Banten Tempati Urutan 6 Klasemen Sementara POPNAS XVI Sumsel 2023

Daerah

RLS Masih Rendah, Ini Kata Kadindikbud Kota Serang

Daerah

Pembangunan Alun-Alun Kota Serang Dimulai Maret 2026, Sedot Anggaran Rp48,6 Miliar

Daerah

Pj Gubernur Al Muktabar Ajak Semua Pihak Bersama Menanggulangi Permasalahan Kesejahteraan Sosial