Home / Advertorial / Daerah

Senin, 8 Desember 2025 - 13:14 WIB

Jelang Libur Panjang Nataru, BPBD Banten Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Apel Kesiapsiagaan BPBD Banten dalam menghadapi Naratu 2025-2026 l Dok. Istimewa

Apel Kesiapsiagaan BPBD Banten dalam menghadapi Naratu 2025-2026 l Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Langkah antisipasi dilakukan mulai dari pemantauan dini, edukasi kebencanaan bagi pelaku wisata, hingga koordinasi lintas daerah.

Kepala BPBD Banten, Lutfi Mujahidin mengatakan, persiapan teknis telah dilakukan sejak jauh hari. Sistem peringatan dini juga telah dipasang di sejumlah titik. Selain itu, BPBD intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku wisata menjelang puncak musim libur.

“Sejak lama juga sudah sosialisasi ke masyarakat, terutama mendekati akhir tahun yang biasanya musim pariwisata. Tujuannya untuk menghindari berita hoaks dan kekhawatiran masyarakat berwisata ke Banten. Kita akan melakukan edukasi ke balawisata namanya, di Serang, Tangerang, Cilegon,” kata Lutfi usai apel Kesiapsiagaan BPBD Banten dalam menghadapi Naratu 2025-2026, Senin, 8 Desember 2025.

Baca Juga :  Pemprov Banten Buka Seleksi Penerimaan Pegawai RSUD Labuan dan Cilograng, Ini Jadwal Tahapannya

Delapan lokasi yang dimaksud tersebar di Serang, Tangerang, Cilegon, Anyer, dan kawasan wisata lainnya. Titik-titik tersebut merupakan pusat aktivitas wisata yang perlu diperkuat dari sisi kesiapsiagaan.

Apel Kesiapsiagaan BPBD Banten dalam menghadapi Naratu 2025-2026 l Dok. Istimewa

“Intinya kita melatih pelaku pariwisata di situ mengenai bagaimana menolong korban, bagaimana cara komunikasi dengan kita, sehingga ketika terjadi bencana pelaku wisata tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, edukasi tidak hanya dilakukan di kawasan pantai. Di Tangerang misalnya, BPBD menyasar lokasi wisata air waduk dan situ.

Untuk mendukung mitigasi Nataru, BPBD Provinsi Banten menyiagakan 143 personel. Jumlah tersebut akan diperkuat personel tambahan dari BPBD kabupaten/kota yang memiliki pos siaga masing-masing.

BPBD turut menyiapkan peralatan standar penanganan bencana, seperti chainsaw, pemecah batu, hingga alat pemotong tembok cor.

Baca Juga :  Update Banjir Patia Pandeglang, 160 Keluarga Terdampak dan Aktivitas Lumpuh Total

Menurut Lutfi, kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci efektivitas penanganan bencana selama libur panjang. Ia menyebut kapasitas BPBD provinsi tidak cukup untuk mengatasi seluruh potensi kejadian di lapangan.

“Sifatnya kita kolaborasi dengan kabupaten/kota. Kalau hanya mengandalkan provinsi tidak akan cukup dari sisi personel dan logistik. Makanya kita kolaborasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada hari libur BPBD tidak hanya menempatkan personel di titik wisata, tetapi juga tetap siaga di posko dan mengandalkan informasi lapangan dari jejaring relawan.

“Kalau hari libur kita standby-nya hanya di posko. Cuma kita punya link dengan para relawan, jadi informasi datang dari mereka. Selama ini kita rekrut relawan semua karena hanya mereka yang berada di garis terdepan dalam segala hal, baik bencana, pariwisata maupun perekonomian,” pungkas Lutfi. (Adv)

Share :

Baca Juga

Daerah

A Damenta Dampingi Mendagri dan Menteri PKP Tinjau Pelayanan PBG  di Kota Tangerang

Daerah

DPRD Kota Serang Bahas Raperda Pengarusutamaan Gender

Daerah

Anak-Anak Menjadi Tanggung Jawab  Bersama untuk Berkualitas di Masa Depan

Daerah

Geruduk Gedung Dewan, Ratusan Tenaga Honorer Kabupaten Serang Tuntut Kejelasan Status

Daerah

Pemprov Banten Pastikan Kesiapan Pelaksanaan MTQ Ke-21 Tingkat Provinsi

Daerah

Pemkab Serang Salurkan Bantuan Pangan Beras untuk 63.847 Keluarga Penerima Manfaat

Daerah

Gubernur Banten Andra Soni Salurkan 59 Ton Beras CPP bagi Masyarakat

Daerah

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Rumah Warga di Petir Kabupaten Serang Hangus Terbakar