BagusNews.Co – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Jatiah, mengakui adanya kesalahan data penerima bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Kesalahan data tersebut menyebabkan penerima bantuan yang sudah meninggal atau pindah domisili masih terdaftar sebagai penerima bansos.
Hal ini yang menjadi keluhan Walikota Serang Budi Rustandi saat acara penyerahan bantuan atensi Kemensos melalui Sentra Galih Pakuan Bogor kepada 48 orang tua siswa Sekolah Rakyat di Kantor Dinsos Kota Serang, Rabu, 25 Februari 2026.
Jatiah mengatakan kesalahan data tersebut terjadi pada saat Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dari Kemensos, pada akhir tahun 2025 lalu.
Sebelum BLT Kesra disalurkan, Kemensos memerintahkan kabupaten/ kota supaya memverifikasi data penerima tersebut.
”Tetapi pada kenyataannya kita sudah melakukan verifikasi, tapi pas data yang turun untuk menerima bantuan itu masih ada yang selisih,” ungkap Jatiah.
Ia menjelaskan bahwa kesalahan data tersebut menyebabkan penerima bantuan yang sudah meninggal atau pindah domisili masih terdaftar sebagai penerima bansos.
”Contohnya yang kemarin yang sudah meninggal, padahal kan sudah kita mutakhirkan statusnya sudah meninggal tetapi masih muncul seperti itu,” terang dia.
Menurut Jatiah, kesalahan data tersebut disebabkan oleh masyarakat yang tidak melaporkan data kematian anggota keluarganya atau perubahan status lantaran takut tidak menerima bansos kembali.
”Karena banyak masyarakat di Kota Serang ini apabila keluarganya sudah meninggal itu tidak melaporkan karena takut bansosnya terhapuskan,” jelas Jatiah.
Ia menyebut jumlah keseluruhan penerima BLT Kesra tahun 2025 di Kota Serang mencapai sekitar 9 ribuan jiwa. Namun jumlah data yang salah belum bisa dipastikan secara detail.
”Tetapi untuk data yang meninggal dan yang sudah pindah (domisili) saya juga tidak hapal pastinya,” katanya.
”Iya itu (BLT Kesra) hanya bantuan satu kali pada tahun kemarin saja. Untuk selanjutnya itu belum tentu ada bantuan,” pungkasnya. (Red/ Roy)







